Keluarkan Kata Penghinaan, Anggota Parlemen Fiji Dituntut Minta Maaf

share on:
Sidang parlemen Fiji – Fiji Sun
Sidang parlemen Fiji – Fiji Sun

Jayapura, Jubi – Dua Chief (Tetua Adat) meminta dua anggota Parlemen Fiji yang mengatakan “Kaisi” untuk meminta maaf.

Pada saat yang sama, 16 dari 18 anggota oposisi yang diwawancarai membantah mengucapkan kata “Kaisi” yang bermakna menghina. Dua anggota parlemen Fiji yang terhindar dari tuntutan ini adalah Ratu Viliame Tagivetaua (sakit dan tidak hadir di parlemen) dan Ratu Sela Nanovo (hadir tapi tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar).

Dalam budaya iTaukei, Kaisi adalah bentuk terendah dari sebuah penghinaan. Chief Bau, Ratu George Kadavulevu Cakobau, dan Tui Wainunu, Ratu Orisi Baleitavea dari Bua, mengatakan orang yang mengatakan “Kaisi” harus cukup berani untuk berdiri dan meminta maaf.

Perdana Menteri Voreqe Bainimarama sebelumnya mengatakan di Parlemen pada hari Selasa (10/2/2015) bahwa anggota Oposisi telah menghina salah satu anggota parlemen dengan mengatakan Kaisi.
“Ketika Anda berjalan melalui pintu parlemen, tidak ada lagi yang merasa masih menjadi bangsawan atau petinggi. Anda menaruh segala gelar bangsawan anda di luar pintu parlemen. Ketika anda keluar lagi, baru anda ambil gelar bangsawan anda itu kembali,” kata Bainimarama.

Ratu George mendukung komentar Bainimarama. Kata “Kaisi” seharusnya tidak dikatakan dalam Parlemen. Ia menambahkan anggota parlemen terpilih harus memperhatikan fakta bahwa perdebatan parlemen disiarkan langsung di televisi dan orang-orang yang memilih mereka sedang menonton.

“Siapa pun yang mengatakan kata “Kaisi” harus berani berdiri dan terbuka meminta maaf atas apa yang dia katakan,” kata Ratu George. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Keluarkan Kata Penghinaan, Anggota Parlemen Fiji Dituntut Minta Maaf