Connect with us

Tanah Papua

Kepala Suku Besar Yerisiam Meninggal Dunia

Published

on

Simon Petrus Hanebora, Kepala suku besar Yerisiam. Kiri, berbaju coklat. http://sukusyerisiam.blogspot.com

Simon Petrus Hanebora, Kepala suku besar Yerisiam. Kiri, berbaju coklat. http://sukusyerisiam.blogspot.com

Jayapura, Jubi  – Simon Petrus Hanebora, Kepala Suku Besar Yerisiam, Nabire yang selama ini dengan gigih berjuang untuk menentang dan mengusir perusahaan kelapa sawit di kampung Sima dan Wamin, Distrik Yaur kabupaten Nabire, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (12/2/2015) sekitar pukul 03.05 WIT dini hari dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, setelah dirawat selama empat hari karena sakit.

Robertino Hanebora, Sekertaris Suku besar Yerisiam saat menghubungi Jubi dari Nabire, Kamis ( menjelaskan, awalnya pada hari Jumat pekan kemarin, pak SP Hanebora mengaku sedang sakit deman. Kemudian, pada hari Sabtu, pak SP Hanebora muntah-muntah dan tak sadarkan diri. Sehingga pada hari itu juga ia dibawa ke dokter praktik untuk periksa sakit dan kata dokter pak SP Hanebora ada sakit malaria.

Lanjut Robert, karena muntah terus dan tidak bisa makan, sehingga, pada hari minggu kemudia ia dibawa ke RSUD untuk mendapat perawatan. Di rumah sakit, ia mendapat perawatan selama empat hari sejak hari minggu.

“Pada hari senin dan selasa, kondisinya sudah membaik dan sudah bisa makan. Namun kondisinya drop dan kondisinya sudah tidak bisa bicara baik. Pada saat itu, tidak bisa periksa darah karena laboratorium di RSUD Nabire rusak,” urainya.

Lebih lanjur, Robert mengatakan, dengan melihat kondisi itu, pihak keluarga bayar dokter di luar lalu periksa darah. Dan pada hari rabu (11/2/2015) , hasil pemeriksaan darah dari laboratorium, dokter mengatakan pak SP Hanebora menderita sakit Malaria, penyakit gula darah, Hepatitis sakit Jantung dan sakit lambung.

“Jadi hari Rabu itu kondisi bapak masih drop dan kritis. Lalu, pada tanggal 12 Februari 2015 pukul 03.05 dini hari, bapak meninggal dunia,” katanya.

Robertino Hanebora mengatakan, dengan kepergian pak SP Hanebora ini tidak akan mematahkan semangat perjuangan untuk melawan perusahaan kelapa sawit di kampung Sima dan Wami yang terus merusak alam dan sumber daya alam milik suku Yerisiam.

“Kami anak-anak siap melanjutkan perjuangan Bapak,” tegasnya.

Untuk diketahui, SP Hanebora adalah kepala suku besar suku Yerisiam. Selama hidupnya, ia selalu berjuang untuk melawan perusahaan kelapa sawit di kampung Sima dan Wami, distrik Yaur, kabupaten Nabire. Pertemuannya terakhirnya dengan Perusahaan Kelapa Sawit di Nabire adalah pada akhir Januari 2015. Ia bersama suku Yerisiam dipertemukan dengan pimpinan PT. Nabire Baru oleh Kapolres Nabire, guna membahas tentang ganti rugi lahan yang saat ini sedang dikuasai oleh PT. NB.

SP Hanebora dengan gigih terus berjuang untuk menentang perusahaan kelapa sawit itu. Namun ajal berkata lain. Ia harus pergi lebih dahulu. Para generasi suku Yerisiam di Nabire dituntut untuk terus berjuang meneruskan perjuangan SP Hanebora. (Arnold Belau)

Domberai & Bomberai

Pemkab Sorong Ajak Masyarakat Lindungi Burung Cenderawasih

Published

on

Ilustrasi burung cenderawasih - Jubi/IST

Ilustrasi burung cenderawasih – Jubi/IST

Sorong, Jubi – Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat, mengajak masyarakat setempat melindungi burung cenderawasih agar tidak punah dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.

Bupati Sorong Stevanus Malak di Sorong, Selasa (20/9/2016) mengatakan, burung cenderawasih masih banyak tersebar di kawasan hutan Kabupaten Sorong dan dapat dikembangkan menjadi objek wisata.

Karena itu, kata dia, masyarakat setempat tidak memburu burung endemik Papua tersebut tetapi menjaga dan melindungi sehingga pemerintah dapat mengembangkan kawasan hutan Kabupaten Sorong menjadi tempat wisata terkenal.

Ia mengatakan di kawasan hutan Kabupaten Sorong pun terdapat berbagai jenis burung yang harus dilindungi agar tidak punah seperti burung mambruk dan kakatua jambul kuning.

Pemerintah daerah telah membuat regulasi atau peraturan daerah melarang pemburuan terhadap burung cenderawasih namun tanpa dukungan masyarakat terutama masyarakat adat setempat tidak akan terwujud.

Menurut dia, Kehidupan masyarakat setempat masih tergantung kepada alam, terkadang satwa yang dilindungi diburu untuk menghasilkan uang guna memenuhi kebutuhan hidup.

“Ada masyarakat lokal yang sudah maju bercocok tanam namun ada pula yang masih berburu hidup tergantung pada hutan,” katanya.
Menurutnya Pemkab Sorong terus berupaya dengan berbagai program untuk mengubah pola pikir masyarakat setempat. khususnya mereka yang masih hidup tergantung pada alam agar dapat bercocok tanam dan menetap.

“Kita harus mengajari masyarakat secara bertahap agar bercocok tanam tidak berburu sehingga satwa yang dilindungi tetap aman dan hutan tetap alami,” katanya. (*)

Continue Reading

Domberai & Bomberai

Kepala Suku Besar Arfak Resmi Daftar Cagub

Published

on

Ilustrasi logo KPU - Jubi/IST

Ilustrasi logo KPU – Jubi/IST

Manokwari, Jubi – Kepala Suku Arfak, Dominggus Mandacan resmi mendaftar sebagai bakal calon gubernur Papua Barat, Rabu (21/9/2016).

Ia didamping Muhammad Lakotani untuk maju merebut kursi kepemimpinan Papua Barat melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 15 Februari 2017 mendatang.

Ketua Sukses Pasangan Dominggus-Lakotani Bob Retuadan di Manokwari, Rabu, mengatakan, pasangan tersebut mengantongi dukungan dari empat partai politik. Yaitu, Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Keadilan dan Persauan Indonesia (PKPI), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Seluruh dukungan partai sudah final, kita sudah melakukan penandatangan berita acara dan siap menuju kantor KPUD Papua Barat,” katanya sesaat sebelum bergerak menuju kantor KPU di Arfai, Manokwari.

Menurut dia, pasangan tersebut sudah sangat siap untuk bertarung bersama kandidat lain. Saat ini, tim pemenangan sudah terbentuk di setiap kabupaten/kota dan mereka beradari dari tingkat distrik hingga tingkat TPS.

“Ada juga tim relawan di beberapa daerah yang siap memenangkan pasangan Dominggus-Lakotani. Tim relawan bukan kami yang bentuk, melainkan mereka tumbuh sendiri bahkan kami tidak hafal siapa-siapa saja mereka,” katanya.

Dia mengutarakan, suara diam yang mengarahkan dukungan ke pasangan tersebut sudah mencapai 139 ribu. Ia berupaya meningkatkan menjadi 250 ribu suara untuk memastikan kemenangan.

Pihaknya optimistis, jika pilkada ini diikuti tiga atau empat pasangan kandidat bisa meraup 60 persen dukungan masyarakat pemegang hak pilih. Namun jika hanya dua pasangan, pihaknya akan bekerja keras untuk meningkatkan dukungan.

“Kami belum tahu ada berapa pasangan yang bertarung. Karena sejauh ini baru kami yang deklarasi dan mendaftar ke KPU,” katanya. (*)

Continue Reading

Domberai & Bomberai

Pasangan “Lapis” Resmi Mendaftar ke KPU Kota Sorong

Published

on

By

Pasangan Lapis Jilid II ketika mendaftar ke KPU Kota Sorong, Rabu (21/9/2016) – Jubi/Niko

Pasangan Lapis Jilid II ketika mendaftar ke KPU Kota Sorong, Rabu (21/9/2016) – Jubi/Niko

Sorong, Jubi – Pasangan bakal calon wali kota Sorong, Papua Barat, Lambertus Jitmau dan wakilnya dr. Pahima Iskandar atau disingkat pasangan “Lapis” secara resmi mendaftar ke KPU setempat.

Pasangan Lapis jilid II yang diusung tujuh partai politik ini mendeklarasikan diri di lapangan Hoky Kota Sorong sebelum ke KPU setempat. Mereka diarak ribuan pendukung dan simpatisan menuju KPU.

Lamber Jitmau pada kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kepada seluruh pendukung dan simpatisan yang setia mengantar mereka hingga ke KPU.

Ia lalu menilai dukungan itu sebagai pilihan rakyat rakyat. “Rakyat telah menaruh kepercayaan demokrasi kepada diri kami untuk memimpin periode kedua,” kata Lambertus.

Sementara calon wakil wali kota Sorong dr. Pahima Iskandar mengakui lebih sulit mempertahankan kepercayaan publik. Oleh karena itu, di periode kedua ini dirinya berjanji akan menjadi lebih baik lagi untuk rakyat.

Pasangan Lapis jilid II diusung partai Golkar, Demokrat, Nasdem, Hanura, PKB, PDI Perjuangan dan PPP. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.