Pakar Olahraga Sayangkan SMANKOR Dipalang

share on:
Tanah Adat Sudah Lasim Dipalang, Namun Yang Tidak Lasim Saat ini Air Adatpun Dipalang Oleh Masyarakat Adat Kayupulo. Seperti yang nampak, Mereka Klaim Laut di Depan DPR Papua Sebagai Laut Adat (Jubi/Roberth Wanggai)
Tanah Adat Sudah Lasim Dipalang, Namun Yang Tidak Lasim Saat ini Air Adatpun Dipalang Oleh Masyarakat Adat Kayupulo. Seperti yang nampak, Mereka Klaim Laut di Depan DPR Papua Sebagai Laut Adat (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, Jubi – Staf Pengajar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura-Papua, DR. Ewendi Wenik Mangolo menyayangkan pemalangan Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKOR) yang berlokasi di Buper Waena Kota Jayapura hingga berbuntut pada proses belajar mengajar yang tidak berlangsung dengan baik.

“Sangat disayangkan kalau satu lembaga yang sudah terbentuk dan sudah punya siswa lalu dipalang,” ujar akademisi olahraga itu, Kamis (12/2/2015) di Kantor KONI Papua APO Jayapura.

Output SMANKOR, kata Mangolo belum kelihatan sekarang. Tetapi nanti kedepannya, dengan profesionalisme kerja pimpinan yang ada akan kelihatan hasilnya.
“Hanya memang ada pihak-pihak yang belum melihat kondisi yang ada ini. Apakah tidak memahami atau mungkin belum sepakat, ini yang sangat disayangkan,” ujar lelaki asal Sangihe Talaud Sulawesi Utara ini.

Dia mengatakan potensi siswa SMANKOR akan berbicara di tahun 2020 dimana Papua akan menjadi tuan rumah PON XX.

Buntut dipalangnya SMANKOR Buper Waena oleh pemilik ulayat, salah satu murid tersebut mengajukan diri pindah ke sekolah sederajat lainnya di Kota Jayapura.
Sebagaimana pengakuan orang tua murid, Nico Ramandey belum lama ini, kepindahan anaknya Yonatan Ramandey karena merasa tidak nyaman melanjutkan pendidikannya akibat palang memalang.
“Kita minta pemda atau dinas terkait tolong melihat palang memalang termasuk SMANKOR di Buper,” ungkap Nico Ramandey.

Nico berharap anak-anak lainnya tidak jadi korban, apalagi ini menyangkut masa depan anak-anak di Papua.
“Kita mau tolong majukan olahraga, sementara dipalang terus, maka hambat mereka. Sekarang anak saya minta pindah ke SMA Negeri II Dok IX Atas Jayapura,” ungkap Nico Ramandey yang sehari-hari bekerja sebagai anggota Bidang Monitoring dan Evaluasi KONI Papua.

Kepala Sekolah SMANKOR, Dominggus Lutrun saat dikonfirmasi, mengatakan sampai saat ini sekolah yang dipimpinnya masih dipalang.
“Betul masih dipalang. Saya baru dari Buper,” tulis Lutrun  via pesan singkatnya, Kamis (12/2/2015).

Saat ditanya sampai kapan masalah tersebut bisa selesai, Minggus, panggilan akrabnya mempersilahkan wartawan menanyakan hal itu kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua. (Roberth Wanggai)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pakar Olahraga Sayangkan SMANKOR Dipalang