Banjir Akibatkan Penurunan Penumpang Hingga 30 Persen

share on:

Semarang, Jubi/Antara – Banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kota Semarang mengakibatkan penurunan penumpang hingga 30 persen, kata Kepala Seksi Pembinaan dan Organisasi Organda (Organisasi Angkutan Darat) Jawa Tengah Dedi Sudiardi.

“Sebetulnya kalau operasional kendaraan umum sejauh ini masih relatif lancar, tetapi jumlah penumpang tetap berkurang karena bisa saja daerah yang akan mereka tuju terkena banjir,” katanya di Semarang, Jumat (13/2/2015).

Dia mengatakan salah satu rute yang mengalami penurunan penumpang cukup signifikan, yaitu di Pasar Johar. Pihaknya yang sudah melakukan pantauan sejak pagi mengaku, operasional kendaraan masih relatif lancar meskipun tersendat, tetapi rata-rata sepi penumpang.

Daerah lain yang terkena banjir dan biasa dilewati angkutan, baik kota maupun antarprovinsi, yaitu di kawasan Genuk.

Meski demikian, katanya, sejauh ini angkutan umum, seperti bus besar yang masuk dan keluar Terminal Terboyo masih berjalan normal.

“Kalau untuk bus besar sejauh ini jumlah penumpang terlihat belum ada penurunan karena operasional mereka juga tidak tersendat,” katanya.

Kondisi berbeda terjadi di kawasan Semarang atas, salah satunya Banyumanik. Ia mengatakan di daerah tersebut angkutan kota masih berjalan lancar dengan jumlah penumpang yang juga normal.

Mengenai kondisi banjir tersebut, pihaknya berharap pemerintah setempat segera memberikan solusi agar banjir tidak lagi terjadi di Kota Semarang.

“Kalau seperti ini, tentu kami sangat rugi karena selain pemasukan berkurang, mesin kendaraan juga cepat aus karena terus-terusan terkena air hujan yang tercampur dengan rob,” katanya.

Dia mengatakan jika ketinggian air sudah lebih dari 15 centimeter maka genangan air rawan masuk ke mesin, salah satunya akan langsung mengganggu kampas rem. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Banjir Akibatkan Penurunan Penumpang Hingga 30 Persen