Ada Warga yang Lakukan Aborsi Diperumahan Sosial Sentani

share on:
Maria Bano Ketika menggendong salah satu bayi yang di buang di tempat sampah lalu diamankan oleh pihak RSUD untuk di rawat belum lama ini di Sentani. Jubi / Engelberth Wally
Maria Bano Ketika menggendong salah satu bayi yang di buang di tempat sampah lalu diamankan oleh pihak RSUD untuk di rawat belum lama ini di Sentani. Jubi / Engelberth Wally

Sentani, Jubi,- Memasuki bulan Januari di tahun baru ini sudah ada beberapa bayi yang tidak berdosa dibuang di tempat sampah. Kebanyakan bayi ini adalah korban aborsi yang dipaksakan untuk keluar.

“Inikan aneh sekali, kalau tidak sanggup untuk piara, anak tersebut jangan dibuang atau dipaksakan untuk keluar tanpa nyawa,” tegas Maria Bano Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Jayapura kepada Jubi di Sentani, Jumat (13/2/2015).

Maria menuturkan, diawal tahun ini ada beberapa kejadian aborsi dan bayi yang dibuang di tempat sampah , namun sampai saat ini belum ada laporan secara resmi kepada pihaknya dari para korban atau keluarga korban serta masyarakat. Menurutnya selama ini informasinya didapat melalui media lokal yang ada.

Dia menambahkan, selama ini kasus – kasus seperti ini biasanya didiamkan dan tidak terekspos. Padahal kasus seperti ini jangan didiamkan.
“Kami sangat berharap ada partisipasi masyarakat untuk aktif menyampaikan informasinya. Sementara kepada instansi lain seperti pihak Rumah Sakit dan juga Dinas Sosial agar saling kooordinasi, ini persoalan hak – hak hidup manusia,” ujar Maria.

Sementara itu di Rumah Sakit Umum Daerah Yowari Kabupaten Jayapura, Nita Jikwa salah keluarga pasien yang sedang di rawat di rumah sakit tersebut mengaku kalau beberapa minggu yang lalu pernah terjadi aborsi yang dilakukan oleh tetangga sebelah rumahnya, namun yang bersangkutan hanya datang dan menetap di rumahnya selama seminggu. Setelah itu rumah tetangganya terlihat sepi sampai sekarang.
“Ini dikompleks perumahan di Sosial, selama seminggu tetangga ini datang tinggal disebelah rumah saya. Jarang keluar dari rumahnya, hanya sekali saja dan waktu itu tetangga ini seperti kesakitan untuk melahirkan. Dia dan suaminya hanya didalam rumah saja. Selanjutnya besok kita sudah tidak melihatnya lagi, hanya kedengaran ada temuan orok bayi yang di buang sekitar dua blok dari rumah kami,” ungkap Nita. (Engelberth Wally)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ada Warga yang Lakukan Aborsi Diperumahan Sosial Sentani