PNS Pemprov Jateng Apel dengan Pakaian Tradisional

share on:

Semarang, Jubi/Antara – Jajaran pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terlihat mengikuti apel pagi dengan mengenakan berbagai jenis pakaian tradisional Jawa sebagai salah satu bentuk pelestarian kebudayaan.

Berdasarkan pantauan di Semarang, Senin (16/2/2015), para PNS semua golongan eselon mengenakan pakaian tradisional Jawa seperti beskap, surjan, pakaian adat Samin, busana Semarangan, dan kebaya saat mengikuti apel yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Jateng Sri Puryono.

Dalam sambutan yang dibacakan Sri Puryono, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa program penggunaan pakaian tradisional oleh jajaran PNS ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Provinsi Jateng Nomor 7 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa.

“Penggunaan pakaian adat diperlukan dalam rangka pengenalan, pembinaan, dan pengembangan kebudayaan nasional sekaligus ‘nguri-nguri’ (melestarikan, red) budaya Jawa Tengah,” katanya.

Gubernur mengharapkan bahwa dengan upaya pelestarian kebudayaan itu maka generasi muda tetap memiliki jati diri Jawa yang sarat dengan nilai-nilai etika, estetika, moral, dan spiritual di tengah pengaruh modernisasi.

“Jajaran birokrasi di Provinsi Jateng harus menjadi teladan dan ikut mendukung kebijakan mengenakan pakaian tradisional Jawa guna melestarikan kebudayaan,” ujarnya.

Ditemui usai apel, Sri Puryono menambahkan bahwa kebijakan mengenakan pakaian tradisional Jawa oleh kalangan PNS di lingkungan Pemprov Jateng ini akan dilakukan setiap tanggal 15.

“Karena tanggal 15 Februari 2015 jatuh pada hari Minggu, maka pelaksanaan kebijakan mengenakan pakaian tradisional Jawa diundur pada Senin (16/2),” katanya.

Menurut dia, pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan mengenakan pakaian tradisional Jawa di kalangan PNS dengan meminta masukan para ahli dari perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan dewan kesenian.

“Evaluasi dan masukan itu bertujuan agar dalam berpakaian, kita tidak asal ‘nempel’ tapi ada maknanya,” ujarnya.

Ke depannya, kata dia, kebijakan ini akan diterapkan ke seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota di Jateng.

Usai pelaksanaan apel pagi dan sebelum melanjutkan aktivitas sebagai abdi negara, para PNS menyempatkan diri berfoto dengan sejumlah rekan kerja dengan mengenakan berbagai jenis pakaian tradional Jawa. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PNS Pemprov Jateng Apel dengan Pakaian Tradisional