Connect with us

Tanah Papua

Penyidik Minta Uang Rp.8 Miliar, Kriminal Labora Sitorus Menolak, Dihukum 15 Tahun

Published

on

Masa Labora Sitorus Saat menyambut Kedatangan  Tim Komnas HAM di Kompleks PT. Rotua Tampa Garam - Jubi / Nees

Masa Labora Sitorus Saat menyambut Kedatangan Tim Komnas HAM di Kompleks PT. Rotua Tampa Garam – Jubi / Nees

Sorong, Jubi – Setelah bertemu secara tertutup dengan terpidana kasus TPPU dan Penimbunan BBM, Aiptu Labora Sitorus (LS), Kamis (19/2/2015) Komnas HAM mendapat temuan berkas yang disampaikan Labora pada April 2014 dan yang diterima terakhir dari Mahkamah Agung ternyata belum lengkap. Bahkan Komnas HAM menemukan sejumlah kejanggalan atas penetapan terdakwa LS.

Komisioner Komnas HAM yang dipimpin Otto Nur Abdulah, Kamis, (19/2/2015 ) siang mendatangi terpidana kasus Tindak Pidana Pencucian Uang, TPPU dan penimbunan BBM, Labora Sitorus di kediamannya di kawasan Tampa Garam, Kota Sorong, Papua Barat bersama empat komisioner lainnya.

Kedatangan Komnas HAM untuk memastikan pengaduan Labora Sitorus pada April 2014 lalu dan memastikan kondisi kesehatan serta hak-haknya apakah benar-benar tercederai atau tidak. Selain itu Komnas HAM juga hadir sebagai mediator untuk menjebatani pihak eksekutor dalam hal ini Kejaksaan Negeri untuk melaksanakan proses eksekusi secara damai dan tidak dengan kekerasan.

Ketua tim komisioner Komnas HAM, Otto Nur Abdulah kepada awak media di kediaman LS, menjelaskan hadirnya Komnas HAM untuk bertemu langsung dengan Labora adalah untuk menindaklanjuti laporannya pada April 2014 lalu, sekaligus mencocokan berkas yang  ada di tangan LS dengan berkas yang diberikan oleh Mahkamah Agung yang ternyata kedua-duanya tidak lengkap dan perlu dilengkapi.
”Kami cocokan kedua berkas ini, ada beberapa fakta yang membuktikan banyak terjadi kejanggalan,“ kata Nur Abdulah .

Sementara itu, Juru Bicara Labora sitorus Fredy Fakdawer, mengatakan segala rekayasa kasus Labora Sitorus dan berkas-berkas serta semua bukti telah ditunjukan kepada Komnas HAM , sehingga Komnas HAM mengindikasikan ada temuan rekayasa kasus mulai dari proses penyidikan hingga putusan 15 tahun penjara oleh Mahkamah Agung.

Fredi Fakdawer juga mengaku, keluarga dan seluruh karyawan PT.Rotua merasa puas dengan kehadiran Komnas HAM. Bila selama ini LS bersama para pembelanya tidak terlalu banyak bicara soal proses hukum yang sedang dijalani, kini mereka mulai buka-bukaan. Adik angkat LS, Fredrik Fakdawer mengakui, proses hukum LS sarat dengan rekayasa.

Ia menduga, LS akhirnya dihukum karena tidak menyanggupi tawaran angka dari pihak penyidik yang meminta uang sebesar Rp.8 M.
“Sehingga atas hal itu mereka menggunakan istilah akan memiskinkan Labora Sitorus,” kata Fredrik kepada sejumlah wartawan, Kamis (19/2/2015) di kantor PT Rotua, Tampa Garam.

Fredrik mengeluarkan pernyataan itu setelah lima Komisioner Komnas HAM selesai melakukan pertemuan tertutup dengan LS kemarin. Walau mengeluarkan pernyataan itu, namun ia menolak menyebut nama penyidik yang dimaksudkannya.

Kelima komisioner yang mendatangi LS yaitu Otto Nur Abdullah sebagai ketua tim, Muhammad Nurkhoiron, Rima Purnama Salim, Rajab, dan Budi Latif.

Karyawan PT Rotua, perusahaan milik LS menyambut kedatangan kelima komisioner Komas HAM itu dengan tari-tarian. LS yang ikut menyambut tim tersebut mempersilakan mereka masuk ke kantornya untuk dilangsungkan pertemuan secara tertutup.

Usai pertemuan, ketua tim Dr.Otto Nur Abdullah mengatakan, pembicaraan dengan LS terfokus pada sejumlah dokumen hukum yang dimiliki Komnas HAM dan yang di tangan Labora. Menurutnya, Komnas HAM akan mempelajari semua berkas itu, mulai dari proses penyidikan hingga putusan MA yang sudah final dan mengikat.

“Kita akan membaca berkas dari proses sejak awal sampai incraht. Kemudian berkas dari pihak Kejaksaan dan Polri (Polda dan Mabes) juga masih dibutuhkan karena ada beberapa berkas yang seharusnya ada dalam kumpulan berkas, tetapi dalam berkas pihak Labora tidak ada,” terangnya lagi. (Nees Makuba )

 

 

Domberai & Bomberai

Pemkab Sorong Ajak Masyarakat Lindungi Burung Cenderawasih

Published

on

Ilustrasi burung cenderawasih - Jubi/IST

Ilustrasi burung cenderawasih – Jubi/IST

Sorong, Jubi – Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat, mengajak masyarakat setempat melindungi burung cenderawasih agar tidak punah dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.

Bupati Sorong Stevanus Malak di Sorong, Selasa (20/9/2016) mengatakan, burung cenderawasih masih banyak tersebar di kawasan hutan Kabupaten Sorong dan dapat dikembangkan menjadi objek wisata.

Karena itu, kata dia, masyarakat setempat tidak memburu burung endemik Papua tersebut tetapi menjaga dan melindungi sehingga pemerintah dapat mengembangkan kawasan hutan Kabupaten Sorong menjadi tempat wisata terkenal.

Ia mengatakan di kawasan hutan Kabupaten Sorong pun terdapat berbagai jenis burung yang harus dilindungi agar tidak punah seperti burung mambruk dan kakatua jambul kuning.

Pemerintah daerah telah membuat regulasi atau peraturan daerah melarang pemburuan terhadap burung cenderawasih namun tanpa dukungan masyarakat terutama masyarakat adat setempat tidak akan terwujud.

Menurut dia, Kehidupan masyarakat setempat masih tergantung kepada alam, terkadang satwa yang dilindungi diburu untuk menghasilkan uang guna memenuhi kebutuhan hidup.

“Ada masyarakat lokal yang sudah maju bercocok tanam namun ada pula yang masih berburu hidup tergantung pada hutan,” katanya.
Menurutnya Pemkab Sorong terus berupaya dengan berbagai program untuk mengubah pola pikir masyarakat setempat. khususnya mereka yang masih hidup tergantung pada alam agar dapat bercocok tanam dan menetap.

“Kita harus mengajari masyarakat secara bertahap agar bercocok tanam tidak berburu sehingga satwa yang dilindungi tetap aman dan hutan tetap alami,” katanya. (*)

Continue Reading

Domberai & Bomberai

Kepala Suku Besar Arfak Resmi Daftar Cagub

Published

on

Ilustrasi logo KPU - Jubi/IST

Ilustrasi logo KPU – Jubi/IST

Manokwari, Jubi – Kepala Suku Arfak, Dominggus Mandacan resmi mendaftar sebagai bakal calon gubernur Papua Barat, Rabu (21/9/2016).

Ia didamping Muhammad Lakotani untuk maju merebut kursi kepemimpinan Papua Barat melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 15 Februari 2017 mendatang.

Ketua Sukses Pasangan Dominggus-Lakotani Bob Retuadan di Manokwari, Rabu, mengatakan, pasangan tersebut mengantongi dukungan dari empat partai politik. Yaitu, Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Keadilan dan Persauan Indonesia (PKPI), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Seluruh dukungan partai sudah final, kita sudah melakukan penandatangan berita acara dan siap menuju kantor KPUD Papua Barat,” katanya sesaat sebelum bergerak menuju kantor KPU di Arfai, Manokwari.

Menurut dia, pasangan tersebut sudah sangat siap untuk bertarung bersama kandidat lain. Saat ini, tim pemenangan sudah terbentuk di setiap kabupaten/kota dan mereka beradari dari tingkat distrik hingga tingkat TPS.

“Ada juga tim relawan di beberapa daerah yang siap memenangkan pasangan Dominggus-Lakotani. Tim relawan bukan kami yang bentuk, melainkan mereka tumbuh sendiri bahkan kami tidak hafal siapa-siapa saja mereka,” katanya.

Dia mengutarakan, suara diam yang mengarahkan dukungan ke pasangan tersebut sudah mencapai 139 ribu. Ia berupaya meningkatkan menjadi 250 ribu suara untuk memastikan kemenangan.

Pihaknya optimistis, jika pilkada ini diikuti tiga atau empat pasangan kandidat bisa meraup 60 persen dukungan masyarakat pemegang hak pilih. Namun jika hanya dua pasangan, pihaknya akan bekerja keras untuk meningkatkan dukungan.

“Kami belum tahu ada berapa pasangan yang bertarung. Karena sejauh ini baru kami yang deklarasi dan mendaftar ke KPU,” katanya. (*)

Continue Reading

Domberai & Bomberai

Pasangan “Lapis” Resmi Mendaftar ke KPU Kota Sorong

Published

on

By

Pasangan Lapis Jilid II ketika mendaftar ke KPU Kota Sorong, Rabu (21/9/2016) – Jubi/Niko

Pasangan Lapis Jilid II ketika mendaftar ke KPU Kota Sorong, Rabu (21/9/2016) – Jubi/Niko

Sorong, Jubi – Pasangan bakal calon wali kota Sorong, Papua Barat, Lambertus Jitmau dan wakilnya dr. Pahima Iskandar atau disingkat pasangan “Lapis” secara resmi mendaftar ke KPU setempat.

Pasangan Lapis jilid II yang diusung tujuh partai politik ini mendeklarasikan diri di lapangan Hoky Kota Sorong sebelum ke KPU setempat. Mereka diarak ribuan pendukung dan simpatisan menuju KPU.

Lamber Jitmau pada kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kepada seluruh pendukung dan simpatisan yang setia mengantar mereka hingga ke KPU.

Ia lalu menilai dukungan itu sebagai pilihan rakyat rakyat. “Rakyat telah menaruh kepercayaan demokrasi kepada diri kami untuk memimpin periode kedua,” kata Lambertus.

Sementara calon wakil wali kota Sorong dr. Pahima Iskandar mengakui lebih sulit mempertahankan kepercayaan publik. Oleh karena itu, di periode kedua ini dirinya berjanji akan menjadi lebih baik lagi untuk rakyat.

Pasangan Lapis jilid II diusung partai Golkar, Demokrat, Nasdem, Hanura, PKB, PDI Perjuangan dan PPP. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.