Air Danau Sentani Tidak Bisa Dikonsumsi

share on:
Kampung - kampung yang mendiami pesisir Danau Sentani. Jubi / Engelberth Wally
Kampung – kampung yang mendiami pesisir Danau Sentani. Jubi / Engelberth Wally

Sentani, Jubi,- Sejalan dengan perkembangan daerah, kota Sentani sudah di padati dengan berbagai suku bangsa, pembuangan limbah melalui sungai – sungai yang bermuara di Danau Sentani menjadikan danau Sentani tercemar dan tidak layak lagi untuk di konsumsi.

“Berbeda dengan 20 – 30 tahun lalu yang masih mengandalkan air dari danau ini,” jelas Yafet Felle salah satu masyarakat di Kampung Yobeh Distrik Sentani kepada Jubi di Sentani, Minggu (22/2/2015).

Yafet mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) sepertinya tutup mata terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat kampung saat ini.
“Air bersih adalah kebutuhan mendasar bagi kami yang mendiami sepanjang pesisir Danau Sentani. Tapi saat ini ketersediaan air bersih belum sampai di kampung kami. Saat ini masih sebagian besar warga masyarakat menggunakan air danau untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, baik itu untuk mencuci, masak dan mandi,” kata Felle.

Felle berharap Dana Alokasi Dana Kampung (ADK) yang diturunkan kekampung – kampung bisa membantu memenuhi kebutuhan air bersih, sayangnya belum juga terealisasi.

Ditempat terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura Edison Awoitau menegaskan bahwa pihaknya dalam tahun ini akan menganggarkan sejumlah dana untuk pembangunan Jaringan Air Bersih (JAB) di Kampung – Kampung sepanjang pesisir Danau Sentani.
“Kita akan memanggil instansi terkait untuk menyusun rencana pembangunan JAB di seluruh kampung – kampung yang berada di pesisir Danau Sentani. Saat ini memang air di Danau Sentani sudah tidak layak lagi untuk di konsumsi. Limbah – limbah masyarakat, produksi, bengkel – bengkel, termasuk sampah dari pasar juga di buang di sungai yang bermuara di Danau Sentani,” kata Edison. (Engelberth Wally)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Air Danau Sentani Tidak Bisa Dikonsumsi