Diduga Ada Upaya Menghalangi Penuntasan Kasus Paniai

share on:
Puing-puing sekolah yang dibakar - Jubi/Yones Douw
Puing-puing sekolah yang dibakar – Jubi/Yones Douw

Jayapura, Jubi – Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa menduga ada pihak sengaja menghalang-halangi upaya penuntasan penembakan yang menewaskan empat pelajar di Enarotali, Paniai pada 8 Desember 2014 lalu.

Katanya, tak menutup kemungkinan terbakarnya gedung sekolah satu atap Sekolah Menengah Pertama (SMP) YPPG, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yamewa, dan STIKIP Touyemana Enarotali, Paniai, Jumat (20/2/2015) sekira pukul 03:00 WIT, bagian dari skenario menggagalkan penyelesaian kasus Paniai berdarah.

“Saya menduga ada upaya dari pihak tertentu menghalangi usaha Tim Penyelidik kasus Paniai yang dibentuk Komnas HAM RI untuk mengungkap kasus Paniai berdarah. Tapi saya tak bisa menyebut pihak mana itu karena belum ada data akurat atau bukti. Namun semua bisa saja terjadi,” kata Laurenzus Kadepa via pesan singkatnya kepada Jubi, Minggu (22/2/2015) petang.

Menurutnya, dugaan adanya kesengajaan mempelambat pengusutan kasus Paniai berdarah makin menguat, karena terbakarnya gedung ketika Tim Penyelidik Kasus Paniai yang dibentuk Komnas HAM RI dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) datang ke Paniai melakukan investigasi.

“Ini sangat disesalkan. Gedung sekolah di Paniai dibakar Orang Tak Dikenal (OTK), saat tim yang dibentuk Komnas HAM RI dan LPSK turun melakukan investigasi,” ucapnya.

Logislator dari daerah pemilihan Intan Jaya, Paniai, Dogoyai, Deiyai, Nabire, dan Mimika itu meminta pihak kepolisian segera menungkap siapa pelaku pembakaran tersebut.

“Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan masyarakat serta semua pihak, harus mendukung Komnas HAM RI mengusut pelaku penembakan yang menewaskan empat orang dan puluhan lainnya luka-luka. Ini merupakan pelanggaran HAM  berat,” katanya.

Sebelumnya, aktivis Hak Asasi Manusia, Yones Douw mengatakan salah satu gedung terbakar yakni SMK Yamewa merupakan sekolah Yulian Yeimo dan Simeon Degei, dua dari empat siswa yang tewas tertembak pada tragedi 8 Desember 2014 lalu. (Arjuna Pademme)

 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Diduga Ada Upaya Menghalangi Penuntasan Kasus Paniai