Penutupan Lokalisasi jadi ‘Isu Seksi’ di Pilkada Banjarbaru

share on:

Banjarbaru, Jubi/Antara – Bakal calon wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Fitri Zam-Zam, menegaskan kesiapannya menghilangkan lokalisasi yang masih beroperasi meskipun sudah dinyatakan ditutup.

“Kami siap menghilangkan eks lokalisasi yang sudah ditutup tetapi kenyataannya masih beroperasi,” ujar dia usai mengikuti konvensi DPC PKB Banjarbaru, di Banjarbaru, Sabtu (21/2/2015).

Menurut Ketua DPC Partai Nasdem Kota Banjarbaru itu, eks lokalisasi yang masih saja beroperasi padahal sudah ditutup tahun 2000 yakni di Pembatuan Dalam Km 28 Banjarbaru.

Selain itu, juga terdapat lokalisasi Batu Besi yang jaraknya cukup dekat dengan Pembatuan Dalam dan juga ditutup di masa kepemimpinan Wali Kota Rudy Resnawan.

“Jika diberikan amanah memimpin Kota Banjarbaru, kami menginginkan eks lokalisasi itu berhenti beroperasi sehingga kota kita bebas dari sarana prostitusi,” tegasnya.

Ditekankan anggota DPRD Kota Banjarbaru itu, langkah yang ditempuh bukan sekadar menghilangkan eks lokalisasi tetapi juga mencarikan solusi terutama bagi penghuninya.

“Kami akan mencarikan solusi agar warga sekitar maupun penghuninya dibina atau diberikan bimbingan agar mereka bisa berusaha di tempat yang baru,” ujar Dewa Pahuluan sapaan Fitri.

Dikatakan, pihaknya akan lebih mengedepankan pendekatan kepada masyarakat terkait penutupan eks lokalisasi karena penghuninya sudah menjadi penduduk setempat.

“Bagaimana pun mereka adalah bagian dari masyarakat Banjarbaru sehingga harus diayomi agar tetap bisa berusaha di tempat yang baru dan diharapkan lebih baik,” ujarnya.

Ditambahkan, menghilangkan eks lokalisasi itu juga tidak sulit karena Pemkot Banjarbaru sudah pernah studi banding ke Pemkot Surabaya yang sukses menutup lokalisasi Dolly.

“Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saja mampu menutup lokalisasi Dolly yang besar itu, apalagi menutup eks lokalisasi Pemda dan Batu Besi yang lebih kecil,” tegasnya. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penutupan Lokalisasi jadi ‘Isu Seksi’ di Pilkada Banjarbaru