Kadistrik : Tak Ada Korban Jiwa pada Longsor Tsinga

share on:

Timika, Jubi/Antara – Kepala Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Slamet Sutedjo mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor yang terjadi di Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura pada Sabtu (14/2/2015) lalu.

Meski tidak ada korban jiwa, bencana tanah longsor itu menimbulkan kerugian material yang cukup besar yaitu dua unit rumah guru SDN Tsinga di Beanegogom nyaris roboh.

Kerusakan lainnya, dua jembatan gantung di Kampung Nosolandop dan Doliningokgin tertimbun material longsor dan nyaris putus, sehingga tidak bisa dilalui warga. Beberapa titik akses jalan antar kampung Beanegogom-Doliningokgin dan Kampung Tsinga ke Hoeya terputus serta lahan pertanian (kebun) milik 64 kepala keluarga di Tsinga hanyut terbawa tanah longsor.

“Untuk korban jiwa memang tidak ada, tapi kerugian material cukup banyak. Saat ini masyarakat membutuhkan bahan makanan karena kebun mereka terkena longsor,” ujar Slamet.

Ia menjelaskan, peristiwa tanah longsor di Kampung Tsinga itu terjadi pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 14.30 WIT. Bencana longsor di Kampung Tsinga itu akibat curah hujan yang tinggi.

Kampung Tsinga dan beberapa kampung lain di sekitar itu berada pada ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut. Satu-satunya akses transportasi untuk dapat menjangkau wilayah itu hanya melalui penerbangan pesawat ke lapangan terbang Mulu atau menggunakan helikopter.

Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengirim bahan makanan berupa lima karton lauk-pauk, beras 30 karung, mi instan, dan susu. Selain itu, 100 pasang seragam siswa SD, daster untuk ibu rumah tangga, tenda plastik, dan tikar.

“Sebetulnya distribusi bantuan ke Tsinga sejak hari Sabtu (21/2/2015) lalu. Tapi karena cuaca berkabut sehingga helikopter tidak bisa terbang ke Tsinga. Kondisi yang sama terjadi pada hari Minggu (22/2/2015) dan hari ini (23/2/2015),” katanya. (*)

Editor :
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kadistrik : Tak Ada Korban Jiwa pada Longsor Tsinga