Marshall Suebu : “Jangan Buang Sampah di Sungai”

share on:
Sampah yang sedang dibuang oleh masyarakat ke dalam sungai oleh masyarakat. Jubi / Engelberth Wally
Sampah yang sedang dibuang oleh masyarakat ke dalam sungai oleh masyarakat. Jubi / Engelberth Wally

Sentani, Jubi,- Selama ini warga di pinggir kali seringkali membuang sampah sehingga mengotori sungai dan menyebabkan banjir meluap. Bahkan sampah ini akan terbawah ke Danau Sentani.

“ Sebagai pemerhati lingkungan dan juga kesehatan di wilayah ini saya angat sayangkan sekali kelaukan masyarakat yang sering membuang sisa – sisa sampahnya bahkan limbah – limbah produksi dari warung, dan sekian banyak bengkel – bengkel yang ada disini, semuanya dibuang di sungai,” kata Marshall Suebu selaku pemerhati lingkung dan kesehatan kepada Jubi di Sentani, Selasa 24 / 2 / 2015.

Kalau di buang di sungai, katanya lagi, muaranya sudah tentu kedanau sentani, disana juga ada orang yang tinggal dan mengkomsusmsi air danau tersebut, ini perilaku kurang baik yang di lakukan oleh masyarakat kota yang dengan segaja telah melakukan pembunuhan masal – sacara perlahan – lahan,” katanya kesal.

Ketua Club Pencinta Alam Hirosi Papua ini juga mengatakan bahwa, pihaknya sudah sering dan berulang kali menyuarakan hal ini, tetapi sepertinya tidak diindahkan oleh semua pihak termasuk Pemerintah Daerah (Pemda), sekarang danau sentani ibarat sepiteng yang besar sekali untuk menampung semua sampah – sampah dari kota, lalu bagaimana dengan nasib hdup sehat dari masyarakat yang hidup di pesisir danau sentani, sekarang ini memang belum ada efek tapi beberapa waktu yang akan datang siapa yang tahu

Selaku Pemerhati lingkungan dan kesehatan di wilayah ini, dirinya sangat berharap agar ada ketegasan dari Pemda untuk menertibkan semua bengkel – bengkel, warung – warung yang ada di kota sentani agar pembuangan sampahnya tidak di buang di sungai, termasuk masyarakat umum agar di sosialisasikan terkait hal ini.

Sementara itu, Yulianus, salah satu warga masyarakat yang tinggal dekat dengan salah satu sungai di kota sentani yang muaranya menuju danau sentani mengatakan bahwa, hampir setiap hari dirinya membersihkan sungai yang berjarak seratus meter dari rumahnya.

“ Biasa kalau pagi hari saya kumpul batu untuk bikin pondasi rumah, itupun kalau ada banjir atau hujan di sungai ini, yang paling parah lagi setiap pagi pasti ada tumpukan sampah dari warung – warung seperti sisah makanan yang diisi kedalam plastik lalu di buang di sungai ini, bukan hanya itu saja, pernah juga anak – anak saya lagi asik main disini (sungai) kaget dengan warnah air yang berubah jadi hitam, mereka lalu memberitahukan saya, ternyata sisa oli kotor dari kendaraan di bengkel yang di buang kesini,” katanya.(Engelberth Wally)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Marshall Suebu : “Jangan Buang Sampah di Sungai”