Ribka Haluk: Musorprov Harus Cari Nakoda Yang Handal

share on:
RIbka Haluk dan Jhon Ibo (Jubi/Roberth Wanggai)
RIbka Haluk dan Jhon Ibo (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, Jubi – Koordinator Percepatan musyawarah olahraga provinsi (Musorprov) persatuan bola basket seluruh Indonesia (Perbasi) Papua, Ribka Haluk mengatakan Musorprov Perbasi Papua merupakan tuntutan organisasi yang merupakan keharusan karena hal tersebut diatur dalam AD/ART pasal 18 (1) point C dan ART pasal 18 (3).
Sesuai visi misi Gubernur Papua bangkit mandiri dan sejahtera, Perbasi Papua juga perlu dibina agar mampu berprestasi di daerah, nasional dan internasional.

“Ini untuk membina persahabatan. Musorprov Perbasi kali ini sangat strategis karena diselenggarakan dimana Papua siap diri ke PON XIX di Bandung tahun 2016 dan PON XX tahun 2020,” ungkap Haluk, Selasa (24/2/2015) di salah satu hotel di Entrop Kota Jayapura-Papua.

Haluk mengakui sebagai cabor yang digemari generasi muda basket potensial untuk menorehkan prestasi walaupun beberapa tahun belakangan ini mengalami kemerosotan prestasi.
“Saya yakin dan percaya, terutama kita pengurus memiliki pengalaman yang sama bahwa PON XIX basket dapat memberikan kontribusi dalam perolehan emas bagi Papua. Ini tidak membalik telapak tangan. Pengurus harus kerja keras. Harapan saya Musorprov harus letakan dasar yang kuat untuk cari nahkoda yang handal. Memiliki waktu, kontribusi nyata, membangun kemitraan yang baik dengan Pengprov dalam dukungan finansial dapat teratasi,” ujar Haluk di forum Musorprov yang diikuti oleh 9 Pengkab/Pengkot Perbasi se tanah Papua.

Ketua Pengprov Perbasi Papua, periode 2010-2014, Jhon Ibo  mengaku bahagia karena melihat suasana musyawarah olahraga provinsi (Musorprov) Perbasi Papua berjalan sesuai rencana.
“Kami ucapkan terima kasih untuk ketua umum dan seluruh pengurus KONI Papua, secara kusus ibu Ribka Haluk yang bersama tim inisiator memprakarsai Musorprov hari ini,” kata Jhon Ibo.
Dia mengatakan, Musorprov sama dengan organisasi pada umumnya karena sangat strategis untuk konsolidasi dan memilih pengurus dan membentuk kepengurusan yang baru.
“Juga menyusun program kerja bila diperlukan dan meninjau AD/ART. Sejak Musorprov luar biasa, organisasi tidak jalan, bahkan statis kondisinya. Namun perhatian banyak pihak tertuju pada bola basket. Kami berpendapat KONI harus memberikan perhatian yang sama pada cabor yang lain dalam konsolidasi,” ungkap mantan Ketua DPR Papua itu.

Semasa kepemimpinannya, Jhon Ibo mengatakan basket putri Papua tiga kali juara kejurnas usia 18 tahun pada tahun 2007-2008. Di regu putra juga dua tahun urutan nasional. Pada even Popnas, dua kali raih juara dan sekali runner up. Selain itu juara I Kobatama tahun 2012. Khusus di kalangan mahasiswa, Fisip Uncen juara I tingkat perguruan tinggi di seluruh Indonesia serta fakultas ekonomi Uncen juga demikan. Jhon Ibo membeberkan negara pun memberi kepercayaan kepada Papua keluar negeri di Singapura.
“Atas prestasi di Singapura, maka kami diberi kepercayaan oleh negara masuk nominasi tiga besar tingkat asia. Dengan keberadaan kami apa adanya, kami tampil atas restu KONI di Melbourne pada tahun 2008,” ujarnya sembari mengatakan pada tahun 2008 Papua runner up di PON  Kalimantan Timur. (Roberth Wanggai)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ribka Haluk: Musorprov Harus Cari Nakoda Yang Handal