Bupati Jayawijaya Merendahkan Peran Kepolisian di Wamena

share on:
Soleman Itlay, Aktivisi Mahasiswa asal Wamena, 24/2/2015. Jubi/Arnold Belau
Soleman Itlay, Aktivisi Mahasiswa asal Wamena, 24/2/2015. Jubi/Arnold Belau

Jayapura, Jubi – Bupati Jayawijaya, Jhon Wempi Wetipo terkesan seperti punya ambisi yang tinggi untuk  membangun Mako Brimob di Wamena. Dengan alasan karena banyak orang mabuk dan tingginya kriminalitas di Wamena. Padahal ada polisi dari Polres Jayawijaya untuk menangani orang mabuk dan menekan angka kriminalitas di daerah tersebut.

“Kalau alasannya karena banyak orang mabuk dan penjambretan tinggi. Penyebabnya adalah karena minuman keras. Satu keanehan bahwa, di Wamena banyak minuman berlabel beredar. Padahal ini jalur transportasinya hanya satu. Yakni melalui udara dari Jayapura ke Wamena. Tentu untuk sampai di Wamena harus melewati proses yang ketat. Ini pemerintah harus koreksi diri,” ungkap Soleman Itlay, aktivis mahasiswa asal Wamena, Rabu (25/2/2015).

Kalau masyarakat biasa yang naik ke Wamena, itu biasa diperiksa. Bahkan sampai membongkar barang bawaannya oleh petugas bandara. Tapi minuman berlabel banyak beredar di Wamena. Ini letak persoalannya ada di sini.

“Jangan bupati ngotot untuk bangun mako brimob di Wamena. Pembangunan mako brimob tidak menyelesaikan persoalan. Tapi menambah masalah. Karena di Wamena ada anggota polisi dari Polres Jayawijaya. Kalau penjambretan dan orang mabuk, aparat dari Polres Jayawijaya bisa tangani. Jangan merendahkan peran mereka (polisi),” ujar Itlay.

Dikatakan, ini seakan-akan seperti bupati dan Polda Papua tidak percaya pada peran sebagai polisi yang selama ini dijalankan oleh anggota polisi di Polres Jayawijaya. Untuk menyelesaikan masalah orang mabuk dan penjambretan, tidak perlu menggunakan kekuatan brimob.

Frasn Huby, mahasiswa Jayawijaya yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya, mengatakan, bupati terkesan seperti bernafsu tinggi untuk bangun mako brimob. Padahal tidak ada masalah besar.

“Dan jelas bahwa masyarakat dan berbagai kalangan sudah menolak rencana pembangunan mako brimo ini. Maka bupati jangan paksakan kehendaknya. Karena apa yang sedang dilakukannya adalah untuk membunuh Orang Papua. Bukan untuk kebaikan banyak orang,” katanya. (Arnold Belau)

 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bupati Jayawijaya Merendahkan Peran Kepolisian di Wamena