Laporan Perikanan Uni Eropa Tidak Akurat

share on:
Hasil ikan di Vanuatu yang dikelola oleh masyarakat  - RNZI
Hasil ikan di Vanuatu yang dikelola oleh masyarakat – RNZI

Jayapura, Jubi – Organisasi Sektor Swasta Kepulauan Pasifik (PIPSO)mengatakan laporan Uni Eropa tentang perikanan di wilayah tersebut tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Laporan Uni Eropa ini hanya dirancang untuk mencegah, menangkal dan aktivitas ilegal, penangkapan ikan yang tidak dilaporkan dan tidak adanya peraturan penangkapan ikan di negara-negara Pasifik yang mengakibatkan beberapa negara Pasifik mendapatkan “kartu kuning” sebagai konsekuensi dari laporan Uni Eropa ini.

Juru bicara PIPSO, Mareia Volvola, Kamis (26/2/2015) kepada Radio New Zealand mengatakan Uni Eropa tidak mencerminkan kemajuan keseluruhan yang dibuat oleh organisasi-organisasi regional seperti Sekretariat Komunitas Pasifik dan Badan Perikanan Asing.

Volvola mengatakan laporan itu menimbulkan beberapa pertanyaan bagi negara-negara Pasifik karena tidak ada konsultasi dengan organisasi regional.
“Saya yakin mereka bias. Bias dalam arti bahwa mereka tidak sepenuhnya melaporkan kemajuan yang telah dilakukan di sini, di Pasifik. Negara-negara yang telah bekerja keras, memasukkan sistem manajemen perikanan ke tempat yang semestinya. Jadi mungkin mereka tidak sepenuhnya mengakui hal itu,” kata Volvola.

Pekan lalu, Menteri Perikanan Vanuatu, David Tosul menyerukan negara-negara Pasifik untuk membuat lebih banyak upaya mengakhiri penangkapan ikan ilegal di wilayah tersebut. Tosul mengatakan Vanuatu telah meningkatkan kinerjanya, tapi sekarang negara-negara lain telah diperingatkan tentang regulasi perikanan dan hasil laut oleh Uni Eropa – termasuk Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Tuvalu.

Mr Tosul mengatakan Pasifik harus bekerja ekstra keras untuk merapikan sistem perikanan mereka sehingga bisa mendapatkan manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh eco-labeling. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Laporan Perikanan Uni Eropa Tidak Akurat