Prestasi Kelola Dana IFAD, Dinas Perikanan Yapen Diundang ke Roma

share on:
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyprianus Mambay (Jubi/Roberth Wanggai)
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyprianus Mambay (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, Jubi – Kabupaten Kepulauan Yapen salah satu dari Kabupaten di Indonesia yang dipilih untuk menghadiri pertemuan International Fund Agricultural Development (IFAD) di Roma Italia 10-17 Februari 2015 lalu. Dipilihnya Kabupaten Kepulauan Yapen itu karena prestasinya mengelola dana untuk pembangunan perikanan di daerah pesisir.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kepulauan Yapen, Cyfrianus Mambay di Jayapura, Kamis (26/1/2015) mengatakan IFAD yang berkedudukan di Roma sejak tahun 2013 menggelontorkan dana hibah bagi masyarakat pesisir untuk memberdayakan potensi perikanannya. Dan sejak tahun 2013, Kabupaten Kepulauan Yapen sudah memberikan gebrakan yang signifikan dalam pemberdayaan masyarakat pesisir di daerah itu. Itu sebabnya Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Dinas Perikanan setempat diundang bersama 12 Kabupaten/Kota di Indonesia mengikuti pertemuan tersebut.
“Undangan ini sebenarnya terkait dengan Yapen pada tahun anggaran 2013-2014. Kebetulan (Kabupaten Yapen) menerima hibah dari IFAD melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Karena Yapen salah satu penerima dana IFAD, sehingga ada beberapa kegiatan yang dilakukan,” ungkap Mambay.

Sebelum ke Roma, pada tanggal 24-25 November 2015 dilakukan pertemuan Asia Pasific di Jakarta. Kemudian IFAD melakukan seleksi dari materi dan tulisan kemudian program yang dilakukan yang dinilai baik kemudian diundang hadir mengikuti pertemuan tingkat dunia di Roma.

Dia mengatakan pertemuan yang berlangsung tanggal 10-17 Februari 2015 di Roma adalah pertemuan IFAD sedunia. IFAD sendiri adalah salah salah satu lembaga dunia yang bergungsi mendanai pembangunan pertanian di sejumlah negara berkembang dibawah FAO, salah satu badan dunia untuk ketahanan pangan. Dia mengatakan pertemuan IFAD tersebut, sesungguhnya fokus membahas tentang pemberdayaan masyarakat asli pribumi.
“Oleh karena itu sebagai Kepala Dinas Perikaan dan Kelautan kita akan berjuang untuk membangun kehidupan masyarakat pribumi asli yang sudah diberikan dana oleh IFAD,” ungkap Mambay.

Melalui dana IFAD, Mambay mengakui Kabupaten Kepulauan Yapen  saat ini sedang membina 6 Kampung di Distrik Ampimoi.
“Tahun kemarin sampai tingkat pengelolaan kita lakukan dari perikanan tangkap, budidaya kerambah apung, kemudian budidaya rumput laut dan juga kelompok pengolahan ibu-ibu dimana mereka mengelola rumput laut itu menjadi berbagai bagai bahan konsumsi seperti mie rumput laut dan agar-agar,” kata Mambay.

Mambay atas nama pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen mengucapkan terima kasih kepada IFAD yang bisa memberdayakan masyarakat pesisir dari dana hibah tersebut.
“Oleh karena itu atas nama pemerintah di Yapen saya juga mengucapkan terima kasih kepada IFAD yang sudah memberikan bantuan. Di Provinsi Papua itu hanya dua kabupaten, Merauke dan Yapen yang menerima dana itu. Dan kebetulan seleksi yang dilakukan di seluruh Indonesia, kami ditunjuk untuk kegiatan itu melalui beberapa seleksi,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen itu.
Alfaris Marey salah satu warga Yapen, mengatakan Kepulauan Yapen sepantasnya mendapat dana hibah untuk pembangunan masyarakat pesisir, karena tingkat kesulitan yang besar, padahal potensi sumber daya lautnya besar. Itu sebannya dia harapkan dana bantuan dari IFAD tersebut harus dimaksimalkan sebesar-besarnya bagi masyarakat asli di Kepulauan Yapen. (Roberth Wanggai)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Prestasi Kelola Dana IFAD, Dinas Perikanan Yapen Diundang ke Roma