Cara Praktis Membuat BBM Terbarukan

share on:

Mukomuko, Jubi/Antara – Bagi Dedi Padli membuat bahan bakar minyak dari bahan plastik bekas bukan merupakan sesuatu yang luar biasa tetapi hal yang biasa dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Karena menurut pria yang lahir 39 tahun lalu di Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten mukomuko, Provinsi Bengkulu, itu proses pembuatan bahan bakar minyak (BBM) dari bahan plastik bekas sama dengan proses pembuatan minyak nilam.

Belajar dari proses pembuatan minyak nilam menginspirasi pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Kecamatan Teramang Jaya itu untuk membuat BBM.

“Saya membuat BBM itu setelah melihat teman membuat minyak nilam di Kota Bengkulu. Dari sana saya belajar dan mencoba menggunakan bahan plastik bekas untuk membuat BBM,” ujarnya.

Dedi Padli membuat BBM dari plastik bekas itu tahun 2013. Setelah itu hasil penemuannya tersebut ditampilkan di setiap acara yang digelar di kecamatannya dan terakhir ditampilkan di stan pameran hari ulang tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Mukomuko.

Ia mengakui, masih banyak sekali kekurangan dari hasil ciptaannya itu, salah satunya biaya operasional, yakni BBM atau gas elpiji yang digunakan untuk memasak bahan baku membuat BBM itu terlalu tinggi.

Namun, katanya, untuk meminimalisir biaya pembuatan BBM tersebut, bisa menggunakan kayu atau “cangkang” tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sebagai bahan bakar untuk memasak bahan baku pembuatan BBM tersebut.

Karena, menurutnya, selain kayu, cangkang itu memiliki kekuatan api yang sangat besar mencapai 400 derajat tetapi wadah yang digunakan untuk memasak bahan pembuatan BBM itu harus tebal.

“Minimal ketebalan tempat memasak bahan pembuatan BBM ini setebal dua milimeter, kalau di bawah itu bisa rusak,” ujarnya.

Kalau menggunakan cangkang sawit, ia yakin, bisa memproduksi BBM terbarukan dari bahan baku plastik bekas ini dalam jumlah besar.

Selain plastik bekas, ia mengatakan, saat ini dia sedang melakukan uji coba bahan baku lain untuk membuat BBM, yakni daun nanas karena daun ini memiliki kandungan minyak.

Saat ini, katanya, dia sedang melakukan proses pengeringan daun nanas, sebelum semua daun nanas milinya itu dibakar, dimasak, dan disuling menjadi BBM.

“Daun nanas yang kering ini sangat mudah terbakar, mudah-mudahan daun nanas ini bisa menjadi alternatif bahan baku lain untuk pembuatan BBM terbarukan,” ujarnya.

Karena, lanjutnya, kalau pengujian daun nanas ini berhasil, bisa menjadi peluang baru warga setempat untuk membudidayakan tanaman nanas sebagai bahan baku pembuatan BBM.

Warga setempat, katanya, mendapatkan mata pencaharian baru menanam tanaman nanas. Karena selain buahnya, daun tanaman ini memiliki nilai ekonomis.

“Semoga penemuan ini dapat bermanfaat tidak hanya untuk kabupaten ini tetapi juga bagi warga setempat,” ujarnya.

Perlu Penyempurnaan Ia menerangkan, saat ini kadar BBM dari bahan baku plastik bekas itu masih sangat rendah sehingga minyak itu belum maksimal jika digunakan untuk bahan bakar sepeda motor dan mobil.

Karena proses penyulingan BBM dari bahan baku plastik bekas itu baru satu tingkat. Kalau ingin maksimal harus menyuling dengan tingkatan lebih tinggi sehingga dapat menghasilkan BBM sama dengan pertamax.

“Kalau BBM itu digunakan bahan bakar sepeda motor bisa berasap. Tetapi kita dapat menghasilkan BBM yang lebih baik kalau penyulingan tidak hanya satu tingkat tetapi lebih banyak lagi,” ujarnya.

Cara Membuat BBM Peralatan yang digunakan untuk membuat BBM dari plastik bekas itu terdiri dari kaleng roti bekas, selang kecil, kompor gas, ember berisi air, dan botol plastik minum kemasan untuk menampung BBM.

Sedangkan, katanya, pembuatan BBM ini bisa menggunakan bahan plastik yang dibakar dalam kaleng roti bekas. Setelah itu selang yang menempel di kaleng bekas tesebut dialirkan ke botol plastik bekas.

“Fungsi ember yang berisi air itu sebagai pendingin selang yang mengalir dari kaleng roti bekas ke botol plastik,” ujarnya.

Lalu, lanjutnya, hasil pembakaran plastik bekas dalam kaleng roti tersebut mengalir melalui selang kecil dan masuk ke botol plastik menjadi BBM.

Ia menyebutkan, dari sebanyak 300 plastik gelas minum yang dipanas selama tiga jam dapat menghasilkan sebanyak 139 cc BBM.

“Hasilnya memang menjadi BBM yang dengan mudah terbakar,” ujarnya.

Perlu Pengembangan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Mukomuko mendorong pengembangan usaha pembuatan bahan bakar minyak dari bahan baku plastik bekas.

“Penemuan ini positif untuk dikembangkan. Penemuan ini akan semakin berkembang kalau ada pengusaha yang menjalankan,” kata Kabid Sumber Daya Manusia dan Teknologi Tepat Guna Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Mukomuko Hanif.

Ia mengatakan, instansi itu baru mengetahui penemuan seperti ini, sehingga belum sempat mempelajarinya.

Namun, katanya, kalau dilihat dari bahan baku yang digunakan untuk membuat BBM, tinggal melihat ketersediaan bahan baku tersebut di daerah itu.

Termasuk juga, lanjutnya, dibutuhkan banyak BBM atau gas elpiji sebagai energi yang digunakan membakat bahan bakunya agar dapat menghasilkan BBM ini.

Menurutnya, kalau masih menggunakan BBM lain, maka biaya yang digunakan untuk membuat BBM dari plastik bekas ini menjadi lebih besar.

“Seharusnya dicarikan solusi agar biaya yang digunakan lebih efisien. Tanpa menggunakan BBM atau gas untuk memasak bahan bakunya,” ujarnya.

Menurutnya, bisa saja kayu atau cangkang sawit yang mudah didapat di daerah itu.

Ia menerangkan, kalau memang memang warga setempat yang menemukannya maka penemuan seperti ini perlu dipatenkan. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Cara Praktis Membuat BBM Terbarukan