Jelang Pilkada Merauke, Agama Jangan Dibawa-Bawa

share on:
pilkada
Tokoh Muslim Merauke, Waros Gebze didampingi Intelektual Marind, Burhan Zein (kanan) sedang beri keterangan pers. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi-Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Merauke yang dijadwalkan pada Bulan Desember 2015 mendatang, berbagai seruan mulai disampaikan. Hal itu bertujuan agar pesta demokrasi tersebut, dapat berjalan baik dan tidak menimbulkan gejolak berlebihan.

Seruan kali ini datang dari Tokoh Masyarakat Marind Buti-Yobar, H. Achmad Waros Gebze dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan Kamis (5/3).
“Pertama, saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Merauke serta DPRD yang berusaha keras sehingga Merauke masuk dalam daftar pilkada serempak pada Bulan Desember 2015 mendatang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Waros menegaskan, sebagai Tokoh Marind Muslim, dihimbau kepada semua pihak agar dalam kompetisi politik ini, jangan sekali-kali membawa nama agama, ormas maupun simbol agama. Hal-hal seperti demikian, harus dihindari.

Ditegaskan, perlu digarisbawahi, setiap warga negara memiliki hak politik untuk berdemokrasi. Namun, untuk Pilkada di Tanah Papua, ada semangat otonomi khusus. Olehnya, semua orang harus menghormati hak-hak keistimewaan orang Papua. Jadi, anak-anak Marind perlu diberikan kesempatan memimpin tanahnya sendiri. Jangan sekali-kali mengganggu hak mereka. Hitam kulit, keriting rambut adalah identitas yang tak bisa disamarkan.

Waros juga mengungkapkan, tanah ini menjadi tempat diberkati Tuhan yang penuh rahmat serta rahim (kasih-sayang). Sehingga semua orang yang hidup di atas tanah ini, wajib menghormati serta memiliki jiwa besar untuk mengakui keberhasilan yang telah dicapai orang lain dalam memimpin.

Ditambahkan, pelaksanaan Pilkada Merauke akan dilaksanakan Bulan Desember 2015.
“Saya yakin suasana Damai Natal akan mewarnai persiapan dan pelaksanaan Pilkada. Mari kita maknai Bulan Desember sebagai bulan silaturahim bagi kita warga Merauke. Kasih sayang dan damai Natal, akan menciptakan Pilkada damai penuh kemesraan,” tuturnya.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengatakan, Merauke sudah dipastikan akan mengikuti Pilkada tahun ini. Dan, sesuai rencana, berbagai pentahapan sudah akan dijalankan mulai Bulan April 2015.
“Memang dalam pertemuan dengan Gubernur Papua, kita telah bersekapat  akan memberikan pertimbangan yang akan dijadikan sebagai dasar untuk dikirim ke KPU Pusat. Dimana, apakah Pilkada Papua di majukan atau disesuaikan, agar tidak bertabrakan dengan persiapan umat Katolik maupun Protestan merayakan Hari Natal,” katanya. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jelang Pilkada Merauke, Agama Jangan Dibawa-Bawa