Sejak Januari – Maret, Polda Papua Pecat Sembilan Anggotanya

share on:
Ilustrasi: Suasana Sidang Kode Etik Salah Satu Oknum Polisi di Polda Papua, Rabu (4/3/2015) - Jubi/Arjuna
Ilustrasi: Suasana Sidang Kode Etik Salah Satu Oknum Polisi di Polda Papua, Rabu (4/3/2015) – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Kepolisian Daerah Papua menindak tegas para anggotanya yang dianggap melanggar kode etik Polri. Sejak Januari – Maret 2015, sudah sembilan orang anggota Polda Papua yang dipecat lewat sidang kode etik Polri.

“Kebanyakan diantara mereka melakukan tindakan indisipliner, atau tak menjalankan dinas selama 31 hari berturut – turut. Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), agar para anggota polisi lainnya bisa disiplin dalam menjalankan tugas,” kata Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Patrige Renwarin, Kamis (5/3/2015) petang.

Menurutnya, kesembilan oknum polisi yang PTDH itu bertugas di sejumlah Polres yang ada di jajaran Polda Papua. Satu orang oknum anggota Polres Biak, satu orang dari Polres Tolikara, dua orang anggota Polres Puncak Jaya, dan lima orang oknum polisi yang bertugas di Polda Papua.
Katanya, tak ada alasan bagi para anggota polisi tak menjalankan tugas. Sulitnya akses atau mahalnya biaya hidup di suatu tempat tugas bukan hambatan.

“Kan banyak juga anggota polisi yang bertugas di wilayah pedalaman yang mendannya sulit, tapi mereka tetap menjalakan tugas. Jadi itu bukan alasan lari dari tanggungjawab negara. Makanya kini Polda Papua menugaskan anggota di bandara untuk mengawasi setiap anggota polisi yang datang dari wilayah tugas tertentu. Apalagi kalau tak memiliki surat ijin jelas,” ucapnya.

Sebelumnya, Kabid Propam Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Bambang Sutoyo mengatakan, proses hukum untuk anggota Polri yang melanggar kode etik institusi, merupakan pembelajaran bagi anggota Polri lainnya agar senantiasi mematuhi kode etik Polri dalam melaksanakan tugas. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sejak Januari – Maret, Polda Papua Pecat Sembilan Anggotanya