Selandia Baru Lakukan Penyadapan Komunikasi Negara-Negara Pasifik

share on:
Kantor Biro Keamanan dan Komunikasi Pemerintah - IST
Kantor Biro Keamanan dan Komunikasi Pemerintah – IST

Jayapura, Jubi – Seorang analis keamanan Paul Buchanan, mengatakan Selandia Baru bisa mengalami masalah diplomatik dengan Perancis karena kebijakan “spying” pemerintah negara Kiwi ini di wilayah yang masih menjadi milik Perancis, yakni French Polynesia dan Kaledonia Baru.

Pernyataan ini dibenarkan oleh seorang wartawan Selandia Baru yang memberikan kesaksian bagaimana ia menemukan bukti aksi sadap negara kiwi itu. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Saya telah melihat bukti baru bahwa Biro Keamanan dan Komunikasi Pemerintah (GCSB) mengumpulkan sejumlah besar informasi dari Pasifik dan memberikan ke Badan Keamanan Nasional,” kata Hager kepada media Selandia Baru, Kamis (5/3/2015).

Hager mengatakan dokumen informasi tersebut disediakan oleh whistleblower Amerika Edward Snowden. Dokumen itu menunjukkan GCSB melakukan penyadapan komunikasi dari negara-negara seperti Fiji, Tonga, Vanuatu dan Samoa, dan bahkan negara-negara kecil seperti Tuvalu, Nauru dan Kiribati.

Buchanan kemudian menegaskan informasi dalam dokumen tersebut tampaknya menunjukkan bahwa ada beberapa mata-mata yang berada di wilayah pendudukan Perancis dan itu akan menjadi masalah jika Perancis tidak mengetahui aksi “spying” ini.
“Armada Perancis di Pasifik yang berbasis di Papeete dan tentara Perancis di Pasifik berbasis di Noumea. Mereka memiliki aset militer dan negara kita memata-matai gerakan pasukan mereka. Pergerakan kapal mereka bisa menjadi bagian dari paket informasi yang dikumpulkan GCSB,” ujar Buchanan. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Selandia Baru Lakukan Penyadapan Komunikasi Negara-Negara Pasifik