Banjir Air Mata Perempuan Raja Ampat untuk Salomina Sokoy

share on:
Susana Haru TP PKK Kabupaten Raja Ampat saat sambutan Nyonya salomina Sokoy - jubi, nees
Suasana Haru TP PKK Kabupaten Raja Ampat saat Sambutan Nyonya salomina Sokoy. Jubi/Nees

Sorong , Jubi – Ratusan Kader PKK se-Kabupaten Raja Ampat Papua Barat meneteskan air mata saat sambutan dan salam perpisahan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Raja Ampat selama dua periode sejak 2005 lalu, Nyonya Salomina Sokoy Wanma, Jumat, (6/3/2015 ) di Gedung Wanita Salome Syeben Kota Waisai kabupaten Raja ampat Papua Barat.

Phuyaka Mengge dari Danau Sentani ini adalah perawat di RSUD Abepura Papua. Masa mudanya dilalui dengan melayani pasien. Bermodalkan keterasmpilan itu, ketika dipercayakan mendampingi suami tercinta Marcus Wanma sebagai Pjs. Bupati Kabupaten Raja Ampat pada 2003, hingga menjadi bupati definitif 2005.

“ Ketika bapa mulai datang ke Raja Ampat, terbersit pertama kali dalam pikiran bagaimana saya harus membangun perempuan Raja Ampat guna memajukan dan mempercepat pembangunan. Karena perempuan dan anak adalah pilar utama pembangunan,” Kata Salomina Sokoy.

Wilayah yang terisolasi, aksesibilitas yang minim, sumber daya manusia yang rendah, angka kematian ibu dan bayi yang tinggi, semuanya merupakan tantangan terbesar.

Dari hutan menjadi dusun, merambat ke perkampungan hingga tanah rantau, seluruh perempuan Raja Ampat dihimpun, dilatih, diberdayakan, dan dibangun oleh mama Salomina dengan tujuan agar Perempuan Raja Ampat dapat tumbuh maju menjadi setara dengan perempuan lain di Indonesia.

Naluri sebagai seorang Suster Kepala Ruangan Nuri RSUD Sorong, walau waktu itu belum ada kantor pemberdayaan perempuan, sebagai istri Bupati, Mama Sokoy memperkuat Dinas Kesehatan dan mendorong percepatan pembangunan rumah sakit, memberdayakan dukun kampung hingga penguatan pos yandu.

Semua hal di atas dilakukan dengan asumsi bahwa Perempuan dan Anak sehat, pendidikan akan maju dibarengi dengan perolehan ekonomi yang memadai karena produktif, demikian filosofi Mama Bupati melihat keterbatasan yang dimiliki sejak awal.

Seiring berjalan waktu, Mama Salomina mendorong adanya kantor pemberdayaan perempuan sebagai cikal bakal dinas dan badan. Semua ini dilakukan Mama Salomina untuk memperkuat Perempuan Raja Ampat.

Rumas Sakit telah terwujud. Kini ada RS.Marinda dan RSUD. Kini bukan lagi kantor pemberdayaan perempuan tapi sekarang Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB kabupaten Raja Ampat.

Dipuncak pengabdiannya, tercetuslah Jambore PKK yang menghimpun ribuan perempuan Raja Ampat yang juga memberikan spirit dan membuat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menjadi semakin percaya diri, bahwa Perempuan Raja Ampat sebagai representasi seluruh Perempuan Papua yang menyatakan diri siap maju.

Jambore PPK yang dilaksanakan bertepatan dengan HUT TP PKK 43 menjadi puncak rangkaian pengabdian seorang Mama Bupati Raja Ampat. Dihadapan ribuan perempuan Raja Ampat dari semua kampung dan distrik, Mama Bupati memohon pamit.

“Sesuai masa jabatan suami sebagai Bupati Raja Ampat yang akan berakhir masa baktinya tahun 2015, pada kesempatan yang berbahagia ini saya mohon pamit kepada seluruh perempuan di Raja Ampat.

” Selepas tugas…Di usia yang senja, sambil duduk di kursi goyang sambil melihat album foto, ada gambar-gambar ceria ibu pkk yang bernyanyi dan menari di muka kampung dan jembatan, ketika menyambut saya dan rombongan yang melaksanakan kegiatan di suatu kampung..”

“Jari-jari lentik namun kokoh, mengalunkan bunga dan menggandeng tangan saya…menari nari kecil dengan gemuruh tambur dan dentingan seruling, sungguh merupakan suatu suasana indah dan tidak berani saya kenangkan untuk terulang kembali..”

Karena pada hari ini, peristiwa-peristiwa yang membangkitkan semangat membangun sumber daya Perempuan Raja Ampat kesempatannya telah memasuki masa-masa perpisahan….

Namun demikian sekalipun, walau perjumpaan kita telah hilang dalam pandangan, namun dari kejauhan, saya akan selalu memanjatkan doa-doa agar Perempuan Raja Ampat tetap Maju dan Maju Berkembang…

bila dalam waktu 12 tahun mengemban tugas sebagai Ketua TP PKK Raja Ampat, jika ada kesalahan yang dibuat baik sengaja maupun tidak disengaja, “Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya.

” Seperti pantuan tua yang mengatakan, tak ada gading yang tak retak, tak ada mawar yang tak berduri ”

“..Selamat jalan ibu-ibu PKK Raja Ampat, semoga selamat sampai tujuan dan bertemu dengan suami dan anak. Sampaikan salam saya untuk ibu-ibu di kampung-kampung dan distrik-distrik..”

” Saya menitipkan Perempuan Raja Ampat kepada Ketua PKK yang akan menggantikan saya..bawalah Perempuan Raja Ampat agar lebih maju lagi dari saya …” ungkap Mama Salomina Sokoy yang diringi isak tangis seluruh hadirin yang hadir….

Banjir air mata Perempuan Raja Ampat untuk Salomina Sokoy, Phuyaka Mengge dari Sentani, atas kecintaan dan rasa sayang yang tulus untuk membangun Perempuan Raja Ampat. (Nees Makuba)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Banjir Air Mata Perempuan Raja Ampat untuk Salomina Sokoy