Korban Tertembak Peluru Oknum Anggota TNI Dirujuk Ke RS Cikini

share on:
kriminal, tembakan
Ibu Novan yang tertidur lemas di kamar mayat RSUD Merauke sambil memeluk anaknya yang tewas tertembak. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi-Korban tertembak, Sugiono (32), warga RT 5/RW 2, Kampung Salor Indah, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Cikini, Jakarta. Korban didampingi isteri dan beberapa keluarganya, terbang tadi pagi, Selasa (10/3/2015) dengan menggunakan pesawat.

Anaknya, Novan (6) yang juga ikut tertembak peluru oknum aparat TNI di dalam ruangan check in Bandara Mopah-Merauke, Senin (10/2) sekitar pukul 08.35 Wit, telah dimakamkan keluarganya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dr. Petrus Paulus Tiniyab saat ditemui Jubi diruang kerjanya Selasa (10/3/2015) mengatakan, kondisi Sugiono yang ikut tertembak saat tiba di rumah sakit kemarin, langsung ditangani beberapa tenaga medis (dokter dibantu perawat) untuk dilakukan operasi.

Operasi, lanjut Petrus, dilakukan sekitar pukul 10.00 Wit dan langsung tertolong. Saat hendak dilakukan operasi, korban dipasang selang ke dalam bagian paru-paru, yang.terdapat gumpalan darah akibat luka tembakan di bagian dada kiri. Proses operasi berjalan dengan baik tanpa hambatan.

Tadi pagi, masih dilakukan rontgen dan keadaannya jauh lebih baik. Bahkan, pasien Sugiono sudah dapat berkomunikasi dengan baik. Sehingga tenaga medis yang menangani, membuat surat rujukan untuk dibawa ke RS Cikini agar mendapat perawatan lebih lanjut.

“Saya kurang tahu berapa orang yang akan mengantar korban ke RS Cikini. Tetapi jelasnya ada tenaga medis ikut serta. Ya, kondisi korban sudah mulai membaik dan bisa naik pesawat,” tuturnya.

Menyinggung tentang otopsi terhadap korban Novan untuk mengetahui secara pasti proyektil dalam tubuhnya, Petrus mengaku, ia kurang tahu pasti. Karena sudah dimakamkan setelah sempat dibawa ke rumah sakit dan nyawanya tak berhasil ditolong.

“Memang tenaga medis di rumah sakit berusaha semaksimal mungkin memberikan pertolongan kepada anak kecil itu. Tetapi kemungkinan sudah meninggal di tempat atau dalam perjalanan,” katanya.

Danrem 174/ATW, Brigjen TNI Supartodi membenarkan juga jika korban dirujuk ke RS Cikini. Semua biaya perjalanan hingga peratawan korban hingga sampai sembuh, ditanggung TNI. “Kami bertanggungjawab terhadap kematian korban dan juga ayahnya yang sudah berangsur pulih untuk dirujuk sekaligus menjalani perawatan di RS Cikini,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, bapak dan anak itu tertembak peluru saat Praka Eko Dedi Purwanto melepas pistol jenis FN 46 milik Bekang Cenderawasih XVII, Letkol Joko Pitoyo yang akan naik pesawat.

Namun sayangnya, saat hendak dilepaskan, justru masih ada peluru di dalam. Sehingga tanpa diduga, seketika juga, peluru dimaksud nyasar dan mengenai dua korban seketika. Saat itu, korban menggendong anaknya dan sedang check in di ruang keberangkatan Sriwijaya untuk naik pesawat dengan tujuan Jogyakarta agar mengantar anaknya berobat. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Korban Tertembak Peluru Oknum Anggota TNI Dirujuk Ke RS Cikini