Australia Dituduh Tahan Surat Untuk Pencari Suaka di Nauru

share on:
Nauru - IST
Nauru – IST

Jayapura, Jubi – Pemerintah Australia mengatakan sebagian besar surat yang dikirim kepada para pencari suaka di pusat penahanan di Nauru tahun lalu dikembalikan karena mereka (para pengungsi) telah keluar dari Nauru atau menolak untuk menerima surat dari sumber yang tidak jelas di Australia.

Radio New Zealand melaporkan, seorang pengacara di Melbourne, Julian Burnside, Rabu (11/3/2015) menuduh departemen imigrasi sengaja menahan 2.000 surat dukungan yang dikirim oleh orang-orang di Australia untuk para pencari suaka yang ditahan di Nauru.

Namun departemen imigrasi Australia mengatakan penyedia layanankomunikasi di kamp Nauru berusaha untuk memberikan semua surat kepada orang yang dituju. Departemen ini juga mengatakan hal yang sama dilakukan juga untuk surat-surat yang dikirim ke pusat penahanan Canberra di Papua Nugini.

Meski demikian, departemen imigrasi Australia tak bisa mengatakan kemana para pencari suaka pergi meninggalkan Nauru dan mengapa departemen tidak bisa meneruskan surat kepada mereka yang telah meninggalkan Nauru.

“Surat-surat itu dikirim dari Australia sepanjang tahun lalu. Namun surat-surat itu dikembalikan dalam kondisi belum dibuka dalam jumlah besar ke kantor saya pada bulan Desember,” kata Burnside

Menanggapi klaim pengacara ini, departemen imigrasi Australia mengatakan telah berkomunikasi dengan Burnside dan mengumpulkan kembali semua surat yang tidak terkirim sesuai permintaan Burnside.

Seperti diketahui, semua pencari suakadi Australia dikirim ke Nauru dan Papua Nugini. Pencari suaka ini telah diberitahu oleh Canberra bahwa mereka tidak akan pernah diizinkan untuk menetap sebagai pengungsi di Australia karena mereka mengajukan aplikasi mereka setelah tiba di perairan Australia dengan perahu. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Australia Dituduh Tahan Surat Untuk Pencari Suaka di Nauru