Kuota Dan Kebutuhan Pupuk Bagi Petani Tidak Seimbang

share on:
tanam-pertanian
Para pejabat sedang menanam padi di tengah sawah. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi- Salah satu permasalahan hingga terjadi keluhan kelangkaan pupuk di kalangan petani, lantaran antara kuota yang dipersiapkan distributor dengan permintaan, justru tidak seimbang sama sekali. Dimana, para petani mengharapkan pupuk dalam jumlah banyak, tetapi persediaan terbatas.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Bambang Dwiatmoko kepada Jubi di Swisbelt Hotel Rabu (11/3/2015). “Tidak dapat dipungkiri, pupuk bagi dinas, berkaitan dengan program keberhasilan kami. Namun, harus digarisbawahi kalau kewenangan sepenuhnya tidak kepada dinas,” ujarnya.

Tugas dinas, lanjut Dwiatmoko, menyusun kebutuhan pupuk yang diinginkan petani. Harus diakui jika tingkat permintaan pupuk dari petani di kampung, sangat tinggi. Tetapi, kuota yang disiapkan dua distributor sangat terbatas, otomatis tidak mencukupi permintaan.

Pihaknya selalu melakukan komunikasi serta koordinasi dengan dua distributor pupuk tersebut. Sekaligus mengetahui secara pasti dan jelas, pasokan ke setiap tempat sasaran. “Kami ada petugas dari dinas yang ikut membantu sekaligus memonitoring penyuplaian pupuk ke kampung-kampung,” katanya tanpa merincikan secara detail kuota yang harus dipenuhi.

Dwiatmoko juga menyarankan agar dapat ditanyakan secara langsung kepada dua distributor terkait penyaluran pupuk yang dilakukan selama ini. Sehingga para petani di kampung-kampung mengetahui pasti.

“Saya harus akui jika pupuk terlambat disalurkan atau tidak diberikan kepada para petani, otomatis akan berdampak terhadap hasil panen. Tentunya ini juga menjadi salah satu perhatian serius dari dinas untuk mencari jalan keluar terbaik,” katanya.

Wakil Bupati Merauke, Sunarjo beberapa waktu lalu mengatakan, permasalahan tentang kelangkaan pupuk itu, tentu tetap akan menjadi perhatian dari pemerintah. “Kita harus mengakui bahwa jika pupuk tidak ada, otomatis akan berdampak terhadap hasil panen di kemudian hari nanti,” tuturnya. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kuota Dan Kebutuhan Pupuk Bagi Petani Tidak Seimbang