Laut Arafuru Berbahaya bagi Pelayaran Tradisional

share on:

Ambon, Jubi/Antara – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon mengingatkan laut Arafura berbahaya bagi nelayan tradisional untuk menangkap ikan karena gelombang laut mencapai lima meter pada beberapa hari ke depan.

“Gelombang tinggi ini berbahaya bagi pelayaran tradisional, terutama masyarakat pesisir untuk menangkap ikan,” kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, di Ambon, Jumat (13/3/2015).

Dikatakan, tinggi gelombang tersebut juga berbahaya bagi pelayaran kapal motor penyeberangan (KMP) maupun armada tradisional antarpulau di Kabupaten Kepulauan Aru yang secara geografis dekat dengan Australia.

Adapun tinggi gelombang 2-4 meter berpeluang terjadi di laut Banda, perairan Tanimbar dan perairan Kei.

Peringatan dini tersebut telah diteruskan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan kabupaten dan dua kota hendaknya dipatuhi masyarakat.

“Jangan memaksakan diri berlayar sekiranya kondisi cuaca ekstrim. Langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut,” kata George.

Dia juga mengharapkan para bupati dan wali kota agar mengimbau perusahan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perubahan cuaca secara ekstrim sehingga tidak memaksakan diri berlayar.

Dalam kondisi cuaca ekstrem, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan keselamatan. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Laut Arafuru Berbahaya bagi Pelayaran Tradisional