Wilhelmus Pigai: Hasil Uji AMDAL Harus Dipublikasikan

share on:
Anggota DPR Papua dari daerah pilihan III diantarnya Mimika, Wilhelmus Pigai - Jubi/Arjuna
Anggota DPR Papua dari daerah pilihan III diantarnya Mimika, Wilhelmus Pigai – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Anggota DPR Papua dari daerah pilihan III diantarnya Mimika, Wilhelmus Pigai menilai meminta pihak perusahaan yang akan berinvestasi di Mimika seiring rencana pembangunan smelter di wilayah itu mempublikasikan hasil uji Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang nantinya akan mereka lakukan.

“Masalah limbah pasti akan ada dampaknya ketika perusahaan masuk. Salah satunya dampak lingkungan. Jadi perusahaan yang akan berinvestasi di Mimika harus melakukan uji AMDAL. Hasilnya harus dipublikasikan, agar masyarakat tahu, apa dampak yang akan diperoleh masyarakat,” kata Wilhelmus Pigai, Jumat (13/3/2015).

Menurutnya, dalam pemberitaan salah satu media online, pihak Badan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Provinsi Papua, sudah meminta pihak perusahaan yang akan berinvestasi di Mimika, salah satunya pabrik semen PT. Bosowa, untuk melakukan uji AMDAL.

“Saya harap dampaknya tak sampai memberatkan masyarakat. Tapi apapun alasannya harus dilakukan uji AMDAL, dan hasilnya dipublikasikan,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah melibatkan masyarakat pemilik wilayah adat tempat rencana lokasi pembangunan smelter di Mimika. Katanya, itu penting agar kedepannya tak ada hambatan.

“Tapi saya minta masyarakat sama-sama menerima smelter. Bagaimanapun kehadiran smelter akan memberikan dampak manfaat ekonomi yang sangat besar untuk masyarakat di sana,” ucapnya.

Namun kata Wilhelmus, tak boleh lagi terjadi kesalahan – kesalahan seperti yang dilakukan pihak PT. Freeport kepada masyarakat pemilik hal ulayat di Mimika selama ini.

“Misalnya saja Freeport melakukan perjanjian dengan pemerintah pusat tanpa melibatkan masyarakat. Ini tidak boleh lagi. Kepentingan masyarakat kini diproteksi regulasi. Jadi sebaiknya sampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar mereka tahu rencana-rencana itu,” katanya.

Sebelumnya, Pejabat Badan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Provinsi Papua, Petrus Assem, di Jayapura, Kamis (12/3/2015), pihaknya telah membahas mengenai sebelas item yang termasuk dalam Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Mengecek tata ruang apakah bagian itu termasuk dalam ijin Amdal bersifat kawasan jadi ada industri semen, industri pupuk, dan smelter,” katanya kala itu. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Wilhelmus Pigai: Hasil Uji AMDAL Harus Dipublikasikan