Pasca Topan Pam, Pemerintah Vanuatu Bebaskan Pajak Bahan Bangunan

share on:
Salah satu rumah warga Vanuatu yang hancur akibat Topan Pam, akhir pekan lalu. Foto: Humans of Vanuatu.
Salah satu rumah warga Vanuatu yang hancur akibat Topan Pam, akhir pekan lalu. Foto: Humans of Vanuatu.

Jakarta, Jubi – Pemerintah Vanuatu membebaskan semua bahan bangunan dari pajak pemerintah untuk membantu dan memberi kemudahan bagi masyarakat membangun kembali rumah-rumah yang telah hancur akibat badai Topan Pam pada Jumat (14/3). Sebanyak 80 persen rumah penduduk dilaporkan hancur porak poranda.

Menteri Pertanahan, Ralph Regenvanu melalui Radio New Zealand edisi Senin (16/3), mengatakan pihaknya akan membeaskan biaya bahan bangunan dari pajak sehingga masyarakat dapat mengakses perolehannya dengan harga relatif murah untuk pembangunan kembali rumah-rumahnya. 

“Pemerintah akan membebaskan semua bahan bangunan dari pajak pemerintah untuk memungkinkan orang untuk mengaksesnya dengan harga murah karena perhatian utama adalah tempat tinggal,” kata Regenanu, Senin (16/3).

“Dengan keadaan darurat kita dapat mengakses sekitar 1,5 persen dari anggaran untuk tujuan ini.”

Selain rumah-rumah penduduk, kerusakan juga berdampak pada sebagian besar sekolah-sekolah di daerah Port Vila dan rumah sakit.

Laporan RNZ mengatakan, hanya satu bangsal rumah sakit utama di negara itu yang masih berfungsi setelah banyak atap bangunan robek dan hancur akibat Topan Pam.

“Sayap terbaru dari Rumah Sakit Vila Central, yang dibuka hanya beberapa bulan lalu, merupakan satu-satunya bagian yang masih berdiri, dan semua pasien rawat inap rumah sakit masih ada,” kata Menteri Regenvanu.

Komisaris bertindak, Kolonel Polisi Job Esau, mengatakan pihaknya telah menarik semua polisi yang tengah menjalani masa cuti. Mereka disiagakan untuk operasi pemulihan besar-besaran negara tersebut.

Polisi di Port Vila tadi malam ditempatkan dibeberapa daerah terlarang, seperti pusat perbelanjaan dan pantai, dalam upaya untuk menghentikan upaya penjarahan.

Setidaknya 80 persen bangunan rusak atau hancur ketika badai menghantam pada Jumat (13/3). Dengan hembusan angin lebih dari 300 kilometer per jam, badai itu meratakan rumah-rumah penduduk, kapal pecah dan merusak tanaman.

Jumlah resmi korban tewas dikonfirmasi delapan orang, 20 orang luka-luka. Namun, angka-angka itu diperkirakan akan meningkat karena penyelamatan masih sedang dilakukan di pulau-pulau terpencil. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pasca Topan Pam, Pemerintah Vanuatu Bebaskan Pajak Bahan Bangunan