400 Mahasiswa Tanzania Lolos Dari Maut Setelah Asrama Terbakar

share on:
Universitas Dar es Salaam di Tanzania. Foto: www.africa.com
Universitas Dar es Salaam di Tanzania. Foto: www.africa.com

Dar es Salaam, Jubi/Antara/Xinhua-OANA -Sedikitnya 400 mahasiswa University of Dar es Salaam di Tanzania lolos dari maut pada Senin (16/3), setelah satu asrama mahasiswi terbakar, kata pihak berwenang di universitas tersebut.

Api mulai berkobar pada pukul 08.30 waktu setempat, dan melahap sedikitnya lima kamar di lantai dua asrama itu. Dua mahasiswi cedera setelah mereka berusaha melompat dari lantai kedua.

Rwekaza Mukandala, Wakil Kanselir universitas terkemuka milik negara di Tanzania, mengatakan semua mahasiswa diungsikan ke tempat aman dan mereka akan diberi tempat akomodasi lain sementara asrama yang terbakar diperbaiki.

“Semua korban, termasuk yang barang mereka dilahap api atau dicuri selama misi pertolongan akan diberi dukungan oleh universitas,” kata Mukandala, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.

“Universitas juga akan membantu mereka dalam memperoleh kembali dokumen mereka dan barang berharga lain yang dicuri atau terbakar,” katanya.

Ia menyatakan si jago merah dapat dipadamkan satu jam kemudian oleh mahasiswa dengan menggunakan air yang mereka ambil dari lantai dasar.

“Walaupun penyebab pasti kebakaran tersebut belum ditentukan, kami menduga kebakaran itu dipicu oleh korsleting listrik. Kami berterima kasih kepada mahasiswa yang datang untuk menolong dan berhasil memadamkan api,” kata Mukandala.

“Saya masih berada di ranjang ketika saya mendengar orang berteriak di sepanjang koridor untuk memberitahu bahwa terjadi kebakaran. Mereka berlarian menuruni tangga untuk menyelamat diri,” kata Atuganile Mwambusye, mahasiswi tahun ketiga yang termasuk di antara orang yang kamar mereka terbakar dan kehilangan semua miliknya.

“Ketika saya keluar kamar, saya melihat asap hitam sehingga saya tak bisa melihat dengan jelas. Saya bersyukur bahwa saya berhasil turun ke lantai dasar dengan selamat tapi saya tak bisa menyelamatkan barang-barang saya,” kata mahasiswi itu.

Baraka Seka, mahasiswi tahun ketiga dan salah seorang yang melakukan pertolongan, mengatakan prasarana yang jelek dan kurangnya kesiapan untuk menangani peristiwa semacam itu mengakibatkan banyaknya kerugian di negara Afrika Timur tersebut.

“Kami mulanya berharap petugas pemadam akan tiba di sini dalam waktu singkat setelah api mulai menyala, tapi mereka memerlukan waktu lebih dari satu jam untuk sampai ke tempat ini,” kata Seka. (*)

Editor :
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  400 Mahasiswa Tanzania Lolos Dari Maut Setelah Asrama Terbakar