Masyarakat Diingatkan Tidak Bawa Masuk Traktor ke Dalam Hutan

share on:
alat, pertanian
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka sedang beri arahan kepada masyarakat di Kmapung Kartini. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi- Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengingatkan masyarakat di kampung-kampung di Distrik Jagebob agar tidak membawa masuk traktor ke dalam hutan untuk berburu dan melakukan berbagai kegiatan lain.

Hal itu disampaikan Bupati Merauke saat memberikan pengarahan kepada masyarakat di Kampung Kartini Selasa (17/3/2015). Menurutnya, sudah ada laporan yang diterimanya tentang traktor bantuan dari pemerintah yang dimanfaatkan warga tertentu untuk membawa masuk ke hutan guna mengangkut kayu, berburu dan kegiatan lain.

Dijelaskan, traktor yang diberikan pemerintah dengan tujuan untuk membuka lahan sekaligus pembajakan, bukan demi kepentingan pribadi. “Saya punya pengalaman tentang bantuan handtraktor yang telah diberikan pemerintah kepada warga disini, ternyata disalahgunakan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Bupati Merauke meminta Kepala Distrik Jagebob, Sofyan Matdoan agar mendata kembali kampung-kampung yang telah mendapatkan traktor. Kampung yang belum, akan dibelikan dalam APBD Perubahan mendatang.

“Sekali lagi saya ingatkan agar jika handtraktor sudah diberikan, dijaga dan digunakan dengan sebaik mungkin. Tidak boleh diklaim juga sebagai milik pribadi. Itu digunakan secara bersama sama untuk kepentingan pembajakan lahan pertanian,” pintanya.

Kepala Distrik Jagebob, Sofyan Matdoan dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Bupati Merauke yang memberikan perhatian besar terhadap berbagai peralatan pertanian bagi warganya. “Saya akan segera melakukan pendataan sekaligus melaporkan jumlah kampung yang belum mendapatkan handtraktor,” tuturnya. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Masyarakat Diingatkan Tidak Bawa  Masuk Traktor ke Dalam Hutan