Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 298,6 Miliar

share on:

Jakarta, Jubi/CNN Indonesia – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Januari 2015 mencapai US$ 298,6 miliar, atau tumbuh 10,1 persen secara tahunan. Bank Indonesia (BI) menyatakan bakal memantau ULN dari sektor swasta yang mengalami peningkatan hingga 13,6 persen secara tahunan.

ULN swasta pada Januari 2015 naik sebesar 13,6 persen secara tahunan menjadi US$ 162,9 miliar (54,6 persen dari total ULN). Di sisi lain, pertumbuhan ULN sektor swasta pada Januari 2015 melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Desember 2014, ULN sektor swasta tumbuh sebesar 14,2 persen secara tahunan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara, mengatakan, BI memandang perkembangan ULN masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian.

“Ke depan, Bank Indonesia akan tetap memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan agar ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas makroekonomi,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (18/3/2015).

ULN swasta pada akhir Januari 2015 terutama terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas & air bersih. Posisi ULN keempat sektor tersebut masing-masing sebesar US$ 47,2 miliar (28,9 persen dari total ULN swasta), US$ 32,2 miliar (19,8 persen dari total ULN swasta), US$ 26,4 miliar (16,2 persen dari total ULN swasta), dan US$ 19,2 miliar (11,8 persen dari total ULN swasta).

Pada Januari 2015, pertumbuhan ULN sektor keuangan, sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan masing-masing sebesar 24,9 persen secara tahunan, 8,5 persen secara tahunan, dan 0,2 persen secara tahunan.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2014 masing-masing sebesar 26,9 persen secara tahunan, 10,0 persen secara tahunan, dan 0,3 persen secara tahunan. Di sisi lain, pertumbuhan ULN sektor listrik, gas & air bersih tercatat sebesar 12,2 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2014 sebesar 8,9 persen secara tahunan.

Sementara itu, posisi ULN sektor publik tercatat sebesar US$ 135,7 miliar (45,4 persen dari total ULN). Posisi ULN sektor publik tersebut tumbuh 6,1 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,0 persen secara tahunan, terutama dipengaruhi oleh penerbitan Global Bond Pemerintah sebesar US$ 4,0 miliar.

Berdasarkan jangka waktu, posisi ULN Indonesia didominasi oleh ULN berjangka panjang (84,7 persen dari total ULN). ULN berjangka panjang pada Januari 2015 tumbuh 12,0 persen secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan Desember 2014 yang sebesar 11,3 persen secara tahunan. Sementara itu, ULN berjangka pendek tumbuh 0,4 persen secara tahunan, melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 3,2 persen secara tahunan.

Pada akhir Januari 2015, ULN berjangka panjang sektor publik mencapai US$ 131,6 miliar atau 97,0 persen dari total ULN sektor publik dan ULN berjangka panjang sektor swasta tercatat sebesar US$ 121,5 miliar atau 74,6 persen dari total ULN swasta. Sementara itu, posisi ULN berjangka pendek mencapai US$ 45,5 miliar (15,3 persen dari total ULN). (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : CNN Indonesia
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 298,6 Miliar