Warga Masih Takut Kembali ke Kampung Nayaro

share on:
Maria Duwitau, Anggota Komisi V DPR Papua (ke empat dari kanan) dan Kepala distrik Mimika Baru, Johana B Arwam (Ke tiga dari Kanan) foto bersama staf kantor Distik Mimika Baru, 18/3/2015. Jubi/Arnold Belau
Maria Duwitau, Anggota Komisi V DPR Papua (ke empat dari kanan) dan Kepala distrik Mimika Baru, Johana B Arwam (Ke tiga dari Kanan) foto bersama staf kantor Distik Mimika Baru, 18/3/2015. Jubi/Arnold Belau

Timika, Jubi – Kepala Distrik Mimika Baru, Johana Arwam mengatakan, warga yang sebelumnya mengungsi keluar karena terjadi beberapa peristiwa penembakan di Kampung Nayaro, saat ini enggan dan takut untuk kembali ke Kampung Nayaro.

“Saya sudah pergi lihat sendiri. Di sana memang ada beberapa warga. Dan ada satu pos tentara di Kampung Nayaro. Tetapi sebagian besar warga masih ada di Timika. Mereka tidak mau kembali ke Nayaro. Mungkin karena trauma dan takut,” jelasnya kepada Maria Duwitau, anggota DPR Papua dari Komisi V saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Distrik Mimika Baru.

Dikatakan, Kampung Nayaro ini terletak di jalan Freeport yang sering terjadi aksi penembakan. Freeport sudah membantu kendaraan untuk mempermudah transportasi bagi warga di Kampung Nayaro.

“Warga di Kampung Nayaro sudah dapat dua bus anti peluru dari Freeport. Tetapi sampai dengan hari ini belum dioperasikan dengan maksimal. Selain karena masih banyak warga yang berada di Timika, juga di Kampung Nayaro terdapat beberapa keluarga yang masih bertahana. Jadi kami juga sulit untuk mendapatkan data tentang kampung ini,” ungkap Johana.

Arwam juga mengatakan, untuk keamanan di sana, antara TNI dan Brimob saling bersaing. Untuk itu dirinya sudah menyampaikan kepada bupati agar TNI dan Brimob tidak diizinkan, tetapi pemerintah bisa membangun Polsek dan Koramil yang anggotanya berasal dari Timika.

“Karena selama ini mereka yang ramah dan bersahabat dengan masyarakat. Kalau Brimob dan prajurit TNI dari satuan tertentu itu biasa bikin masalah dan masyarakat tidak mau,” ujarnya.

Sementara itu, Maria Duwitau, anggota DPR Papua dari Komisi V memuji kinerja kepala distrik Mimika Baru. Katanya, ini baru pemimpin yang handal.

“Bupati Omaleng tidak salah menempatkan satu orang perempuan di tengah kota yang di dalamnya terdapat masyarakat heterogen. Dan ini saya sangat salut. Maka itu, nantinya jika ada ketidakharmonisan kerja antara kepala distrik dan pimpinan SKPD lain di Mimika, maka diusahakan agar selalu berkoordinasi dengan pimpinan daerah maupun anggota DPR Papua,” katanya. (Arnold Belau)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga Masih Takut Kembali ke Kampung Nayaro