Putra Amungme Pontius Kalanangame Sukses Usaha Ayam Petelur

share on:
Pontius Kelanangame, saat mengambil telur ayam. (Jubi/Eveerth)
Pontius Kelanangame, saat mengambil telur ayam. (Jubi/Eveerth)

Timika, Jubi  –  Pengusaha Ayam Petelur asal Amungme,  Pontius Kelanangame,  kini menjadi peternak ayam petelur yang sukses. Hanya bermodalkan niat ingin menjadi peternak ayam petelur yang sukses, Pontius kini menjadi salah satu figur pebisnis asal Amungme yang layak mendapat acungan jempol dan layak pula diteladani kebanyakan pebisnis lainnya.

“Awalnya memang saya hanya modal niat saja. Kebetulan pada awalnya itu saya hanya seorang pengangguran, belum menjadi PNS.  Saya melihat peternakan yang ada di  SP12 dan menjadi suatu keinginan besar untuk mencoba ketika kelak saya memiliki modal,” ujar Pontius Kalanangame, kepada wartawan dalam kegiatan pers tour, dikediaman usahanya, SP III Kampung Karang Senang, Jumat (20/3/2015).

Dengan keinginan besar yang ada pada diri Pontius,  ia ini kemudian memasukan proposal senilai 50 juta untuk modal usaha kepada Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme (LPMAK) melalui Biro Ekonomi Suku Amungme di tahun 2012. Kemudian dirinya diminta LPMAK untuk mempresentasikan visi dan misi yang ada pada dirinya untuk membangun sebuah peternakan ayam petelur.

“Saya memberikan pengajuan sebesar 50 juta kepada LPMAK, walaupun saya tahu biasanya kalau pengajuan pertama ini LPMAK tidak langsung berikan dana yang sebesar itu,  tetapi hanya ada niat makanya saya coba. LPMAK memberikan kesempatan kepada saya mempresentasikan visi dan misi saya ini,” tuturnya.

Lanjutnya, pada tanggal 10 Desember 2012 dirinya pun mulai dikirim ke Bali untuk mengikuti pelatihan peternakan selama dua minggu, di dampingi Kepala Biro Ekonomi LPMAK.

“Sejak masih di Bali, LPMAK langsung memberikan saya tanda-tangan serah terima bantuan berupa kandang, pada tanggal 22 Januari 2012. Juga mendapat ternak ayam sebanyak 1072 ekor dan pakan. Bukan hanya itu, saya pun diberikan bantuan modal sebanyak Rp. 35 juta,” terangnya.

Usahanyapun kini semakin hari semakin meningkat. Meskipun selama menjalani usaha tersebut ada banyak tantangan yang dihadapinya.

Seiring berjalannya waktu,  kini ia dapat mengembangkan usaha peternakan ayam petelur ini, dengan menambah lagi satu kadang ayam petelur melalui hasil yang diperolehnya menjual telur ayam.

“Satu rak telur saya jual biasanya Rp 53 ribu. Saya jual di beberapa pelanggan saya. Sehari saja telur bisa mencapai 30 rak, setelah afkir ayam tersebut dijual lagi, nanti hasilnya ini saya putar kembali dan saya tabung untuk pengembangan usaha saya,” tuturnya.

Saat ini di kandang miliknya ada sekitar 3.241 ekor ayam. Sebelumnya ada 3.362 ekor ayam, namun sebagian mati karena suhu udara dan faktor lainnya.
“Sekarang baru tahapan bertelur jadi hasilnya juga kurang, hanya mendapat 8 ikat 6 rak,” lanjutnya.

Dirinya bercerita modal yang harus ia keluarkan untuk membuat kandang cukup besar ini menghabiskan uang sebesar Rp 98 juta, diluar dari perlengkapan untuk kebutuhan ayam petelur.

“Dengan ilmu yang saya dapatkan selama di Bali ini saya dapat kembangkan di Mimika dan ternyata saya berhasil. Kini peternakan ini menjadi peternakan percontohan kepada biro lain di LPMAK yang ingin mengembangkan ayam petelur,” ucapnya.

Pontius menceritakan, kesuksesan ini tidak semata-mata usaha dari dirinya sendiri  tetapi semua itu atas dukungan dari LPMAK serta keluarganya, yang selalu memberikan dukungan hingga ia bisa sukses seperti sekarang ini. Hingga saat ini LPMAK masih terus memberikan pendampingan menajemen.

“Awal bantuan LPMAK memberikan subsidi pakan selama enam bulan, selanjutnya kami membelinya sendiri. Pengobatan ayam juga langsung dari dokter hewannya. Dari hasil usaha ini saya sudah bisa membeli sepeda motor dua,” katanya. (Eveerth Joumilena)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Putra Amungme Pontius Kalanangame Sukses Usaha Ayam Petelur