Insentif Aparat Kampung Minim, Warga Mengadu ke Waket III DPRP

share on:
Suasana Silaturahmi Wakil Ketua III DPR Papua Bersama Warga Kampung Benyom I, Jumat (20/3/2015) – Jubi/Arjuna
Suasana Silaturahmi Wakil Ketua III DPR Papua Bersama Warga Kampung Benyom I, Jumat (20/3/2015) – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua Komisi III DPR Papua, Yanni yang berasal dari Dapil I yakni Kota Jayapura, Kabupaten, Jayapura, Keerom, dan Sarmi memilih Kampung Benyom I, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua, sebagai salah satu tujuan melakukan reses, Jumat (20/3/2015).

Di kampung itu, Ketua DPD Gerindra Papua tersebut menggelar syukuran dan silaturahmi serta mendengar berbagai aspirasi dari masyarakat. Salah satunya minimnya insentif aparat kampung. Katanya, aparat kampung hanya digaji Rp. 100 ribu perbulan, dan kepala kampung Rp. 1 juta. Itupun mereka tak rutin mendapat gaji. Terkadang tiga bulan sekali.

Menanggapi berbagai keluhan itu, Yanni mengatakan, menerima semua aspirasi itu dan akan menyampaikan ke Komisi terkait di DPR Papua. Misalnya untuk insentif kepala dan aparat kampung, akan dilanjutkan ke Komisi I yang membidangi pemerintahan, untuk dilanjutkan ke DPRD Kabupaten Jayapura.

“Dari kunjungan ini, banyak aspirasi yang kami terima. Termasuk keluhan insentif aparat kampung yang rendah. Saya akan minta anggota DPRD Gerindra di Kabupaten Jayapura, menseriusi itu. Kalau satu bulan kepala kampung hanya digaji Rp. 1 juta, itu sangat rendah. Minimal standar UMP Papua. Pembangunan itu harus dari kampung, dan distrik,” kata Yanni.

Katanya, para kader Gerindra selalu komitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat. Gerindra bisa menempatkan para kadernya di DPR RI, DPR Papua, dan DPRD, karena amanah dan kepercayaan dari masyarakat. Apalagi, untuk pertama kalinya dalam sejarah DPR Papua, perempuan duduk dalam unsur pimpinan.

“Itu bukan karena kehebatan saya, tapi karena doa dan dukungan masyakat. Tanpa itu, mustahil didapatkan. Posisi Wakil Ketua III bukan milik saya, tapi milik warga Nimbokrang juga. Meski Ketua Umum kami, Prabowo Subianto tak jadi orang nomor satu di Indonesia, tapi kami memerintahkan para kader kami, agar menseriusi aspirasi masyarakat,” ucapnya.

Yanni juga mengharapkan masyarakat jadi pemilih yang cerdas ketika Pilkada serentak mendatang. Katanya, kini tahun politik, masyarakat jangan terlena oleh janji apapun. Masyarakat harus mencari sosok pemimpim yang benar – benar peduli.

“Jadilah pemilih yang cerdas. Jangan lagi jadi korban. Itu untuk perubahan yang lebih baik kedepan,” katanya.

Sementara salah satu tokoh masyarakat setempat, Marno mengatakan, sejak dulu, Yanni dan Partai Gerindra banyak berkontribusi kepada masyarakat setempat. Salah satunya membantu warga membangun pasar di wilayah itu, serta memberikan bantuan mobil ambulance.

“Jika nanti kader Gerindra jadi Bupati atau Wakil Bupati Jayapura, kami harap perhatiannya. Terutama tunjangan aparat kampung. Kami harap apa yang jadi keluhan kami bisa terjawab jika nanti kader Gerindra memimpin wilayah ini. Pemerintah kini, dulu pernah berjanji kepada kami, akan menaikkan insentif kepala kampung dan aparatnya. Tapi hingga kini tak terbukti,” kata Marno.

Yanni juga melihat langsung masjid Masjid Madi Ar – Ridho yang kini dalam tahap pembangunan, dan memberikan bantuan satu unit orgen, kaos, tas, dan sajadah untuk Majelis Tarbiyyah, serta berjanji akan membantu biayai penyelesaian pembangunan Mushollah Tarbiyyah.

Sebelum ke Nimbokrang, terlebih dahulu politisi Gerindra itu mengunjungi GKI Jemaat Gion Sereh, Pos VII Sentani, Kabupaten Jayapura. Di situ, Yanni menyerahkan empat ekor babi untuk dipakai jemaat menggelar syukuran. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Insentif Aparat Kampung Minim, Warga Mengadu ke Waket III DPRP