Penjabat Bupati Buton Tengah Diminta Hentikan Kadis PU

share on:

Kendari, Jubi/Antara – Penjabat Bupati Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, Mansyur Amila, diminta memberhentikan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU), Ek, dari jabatannya karena yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri Baubau.

“Dengan status sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi, Ek sudah tidak pantas lagi menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas PU Buton Tengah. Karena itu, penjabat bupati sudah harus memberhentikan yang bersangkutan dari jabatanya,” kata aktivis penggiat anti korupsi Sultra, Kaimuddin, di Kendari, Selasa (24/3/2015).

Apalagi ujarnya, yang bersangkutan saat ini sudah ditahan dan mendekam di Rutan Kelas II Kota Baubau.

Ek yang saat ini mendekam dalam tahanan sudah tidak bisa lagi menjalankan tugas dan tanggung-jawab sebagai pejabat instansi dinas di Kabupaten Buton Tengah.

“Kalau Ek tetap menduduki jabatan sebagai kepala dinas PU, yang bersangkutan sama saja menerima gaji dan tunjangan jabatan secara cuma-cuma dari negara,” katanya.

Itu karena kata dia, seorang pejabat atau Pegawai Negeri Sipil diberikan gaji atau tunjangan oleh negara atas dasar pengabdian dalam tugas yang dipercayakan kepadanya.

Sementara itu, Sekretaris Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, La Ode Hasimin, dalam keterangan terpisah mengatakan pihaknya belum mengusulkan pencopotan Ek dari jabatannya, karena status hukum yang bersangkutan masih tersangka, belum jadi terdakwa.

“Kalau status hukum Ek sudah ditingkatkan jadi terdakwa, kita akan segera memberhentikan yang bersangkutan dari jabatannya,” katanya.

Menurut dia, Ek terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi saat yang bersangkutan menjadi pejabat di Kabupaten Bombana.

“Jadi, kasus dugaan korupsi yang menjerat Ek tidak terjadi di Kabupaten Buton Tengah, melainkan di Bombana,” katanya. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penjabat Bupati Buton Tengah Diminta Hentikan Kadis PU