Pemkot Kupang Ingatkan Warga Waspadai Perubahan Cuaca

share on:

Kupang, Jubi/Antara – Pemerintah Kota Kupang minta masyarakat di daerah itu untuk selalu waspada dan tetap menjaga sanitasi di lingkungan tempat tinggal masing-masing saat perubahan cuaca dari hujan ke kemarau.

Wali Kota Kupang, Jonas Salean, di Kupang, Rabu (25/3/2015), mengatakan menjaga sanitasi agar setiap orang bisa lebih meningkatkan kesadarannya, untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah masing-masing, sehingga bisa terhindar dari kemungkinan wabah sejumlah penyakit yang biasa terjadi seperti malaria, demam berdarah, diare, dan flu.

Menurut dia, kemungkinan mewabahnya penyakit-penyakit tersebut, karena telah terjadi rendaman air lumpur pasca hujan dengan sejumlah material dan sampah yang berada di sekitar lokasi tempat tinggal masyarakat.

Maksud dari sikap waspada, katanya, agar masyarakat terutama yang masih berdiam di sekitar aliran sungai serta di sejumlah lokasi rawan longsor lainnya untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana berupa luapan air kali dan longsoran yang bukan tidak mungkin dapat terjadi saat musim hujan dengan intensitas tinggi yang datang sewaktu-waktu.

Terhadap hal itu, mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu, mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi rawan bencana banjir dan longsor, sebagai antisipasi terjadinya kemungkinan bencana pasca hujan tersebut.

“Kita tidak bisa menduga bencana yang bakal muncul, yang paling baik adalah kewaspadaan dan menghindari lokasi bencana,” kata Jonas.

Dia juga minta masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam rumah tangga, dengan mencuci tangan memakai sabun sebelum makan, dan selalu mengonsumsi air yang sudah dimasak hingga mendidih.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr Ary Wijana, secara terpisah mengatakan ada sejumlah penyakit yang biasa mewabah pada musim hujan yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur.

Untuk penyakit yang disebabkan virus, kata dia, seperti flu, demam berdarah, diare, dan muntah.

Ia mengatakan penyakit yang disebabkan bakteri dan parasit, antara lain diare, disentri, dan cacingan.

Penyebaran bakteri dan parasit tersebut, katanya, bisa terjadi, antara lain di daerah yang airnya meluap sehingga bakteri dan parasit dari septic tank atau kotoran hewan terangkat dan hanyut sehingga mengontaminasi air dan bahan makanan seperti sayur, serta menginfeksi manusia.

Penyakit yang disebabkan jamur, katanya, karena kelembaban pada pakaian yang tidak bisa dikeringkan dengan baik, akan menyebabkan jamur kulit.

Langkah antisipasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Kupang, kata Ary, dengan memperkuat stok obat di puskesmas dan puskesmas pembantu di seluruh wilayah Kota Kupang serta program pembagaian abate secara gratis kepada masyarakat di setiap kelurahan.

Dinas Kesehatan Kota Kupang juga memperkuat personel sumber daya medis di puskesmas dan pustu sehingga bisa melakukan tindakan cepat dan berkualitas jika terjadi kejadian luar biasa di masyarakat, sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.

Ia mengharapkan kebijakan itu bisa memberikan dampak positif di masyarakat saat musim penghujan sehingga bisa menekan angka kejadian luar biasa akibat mewabah penyakit, terutama DBD di Kota Kupang.

“Kita berharap tidak ada kejadian luar biasa, khusus untuk DBD yang bisa menyebabkan kematian kepada masyarakat,” kata Ary Wijana. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemkot Kupang Ingatkan Warga Waspadai Perubahan Cuaca