Johanes Tjoe Debut Pertama di Timnas Senior

share on:
Anis Tjoe-Jubi-dok
Anis Tjoe-Jubi-dok

Jayapura, Jubi- Johanes Tjoe, bek mungil asal Kampung Nafri melengkapi skuad Mutiara Hitam sebagai orang Port Numbay pemilik utama skuad Persipura. Walau memang Persipura sejatinya sudah bukan milik orang Port Numbay saja tetapi seluruh orang Papua dari Sorong di Papua Barat sampai Samarai di Papua New Guinea.

Mungkin bagi orang awam pasti menyangka kalau Johanes Tjoe ini berdarah dari etnis Tionghoa karena ada marga Tjoe. Tetapi sebenarnya marga Tjoe memang asli dan berasal dari Kampung Nafri di Kota Jayapura. Dia baru bergabung ke Persipura Senior pada 2008 setelah baru kembali membela Ayam Kinantan, PSMS Medan dan Mitra Dutra Yogyakarta.

Debut pertama di timnas Indonesia asuhan Bendol saat melawan timnas Kamerun pada Rabu(25/3/2015) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo Jawa Timur.Yohannis Tjoe menjalani debutnya bersama timnas dengan menghadapi kesebelasan kuat seperti Kamerun. Namun bek asal Persipura Jayapura ini menunjukkan penampilan mengesankan selama 45 menit, yang mana ia kemudian digantikan pada babak kedua oleh Fachrudin Ariyanto.

Tjoe cukup handal melakukan intersep dan sapuan penting selama babak pertama. Bersama Alfarizi di sisi kiri, Tjoe membuat Kamerun terus-terusan harus menyerang lewat sisi yang lain, Kipuw. Namun kartu kuning yang diterimanya membuat Bendol menariknya keluar.

Salah seorang pencinta Persipura di Waena, Jimmy menilai kualitas Johanes Tjoe begitu cemerlang dalam memutuskan serangan tim asal Kamerun. “Tenang, taktis dengan kemampuan intersep baik jelas memberikan rasa aman bagi kiper,”katanya kepada Jubi, Kamis(26/3/2015) di Waena, Kota Jayapura.

Pemain bernomor punggung 44 Persipura pertama kali dipasang bekas pelatih Persipura Jacksen F Tiago ketika Persipura melawan Chonburry dari Thailand dalam laga AFC 2010-2011 di Lapangan Mandala. Saat itu lini belakang Persipura bermasalah sebab dua bek andalan Mutiara Hitam, Ricardo Salampessy dan Hamka Hamzah, berganti cidera. Salampesy beberapa kali dibekap cidera berkepanjangan sedangkan Hamzah sering absen karena dihantam cidera hamstring.

Mantan pelatih Persipura Jacksen menurunkan pemain kelahiran Abepura, 19 Juli 1985 ini meski minim pengalaman. Anis Tjoe pun jarang diturunkan dalam setiap laga ISL waktu itu. Tak ada pilihan Johanes Tjoe harus mengisi lini belakang yang ditinggalkan, Ricardo dan Hamka Hamza.”Johanes Tjoe seorang bek murni. Dia tak punya naluri menyerang ketika menguasai bola,”kata Jacksen kala itu. Berbeda dengan kedua seniornya Hamka dan Salampesy memiliki naluri menyerang.

Walau demikian Jacksen memuji penampilan Tjoe yang tampil mengesankan ketika Persipura menggasak Chonburry Thailand hanya saja jelang menit akhir. Anis Tjoe diganjar kartu merah dan harus tinggalkan lapangan.

Jacksen hanya berkomentar butuh waktu untuk mematangkan permainan Anis Tjoe tetapi pelatih asal Brasil ini tetap puas dengan penampilan Anis Tjoe. Sejak itu pula Tjoe selalu jadi pilihan, terutama saat Bio Pauline cidera. Praktis hanya Johanes Tjoe dan Fakdawer berduet di lini belakang.

Masuknya Johanes Tjoe di timnas senior menambah jam terbang dan kematangan dalam mengasah permainannya. Paling tidak Johanes Tjoe sudah menunjukan kebolehannya, kini bergabung di timnas bersama Bio Pauline, Boaz T Solossa, Zulham Zamrun dan Imanuel membuat tim Mutiara Hitam termasuk tim dengan koleksi mantan dan pemain timnas Indoesia.(Dominggus Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Johanes Tjoe Debut Pertama di Timnas Senior