PNA : Klaim Politisi Selandia Baru Tidak Berdasar

share on:
Ikan tuna - Victor Mambor
Ikan tuna – Victor Mambor

Jayapura, Jubi – Kepala Para Pihak Perjanjian Nauru (PNA) mengatakan klaim bahwa organisasi PNA ekspansionis dan hanya memikirkan keuntungan jangka pendek sama sekali tidak benar.

PNA merupakan delapan negara di kepulauan Pasifik yang lautnya menjadi tempat penangkapan ikan tuna yang paling menguntungkan di Pasifik. Peran PNA adalah untuk menjamin keberlanjutan sumber daya laut negara-negara anggota, terutama ikan tuna.

Beberapa waktu lalu, Anggota parlemen Selandia baru, Rino Tirikatene menuduh PNA bersikap kasar, mengancam, menutup pintu untuk industri Selandia Baru dan berperilaku seperti Tsar Rusia di wilayah tersebut.

Namun tuduhan ini dikatakan tidak berdasar oleh Ketua PNA, Transform Aqorau.
“Klaim organisasi yang ekspansionis tidak berdasar karena jumlah hari penjualan untuk kapal-kapal ikan selama empat tahun terakhir hampir sama. PNA juga memiliki kontrol yang sangat ketat pada kapal-kapal ikan tersebut dan sebagai hasilnya, sebagian besar apa yang mereka tangkap adalah ikan tuna dalam jumlah yang bijaksana,” kata Aqorau, seperti dikutip Radio New Zealand.

Menurut Aqorau, selama beberapa dekade terakhir, kapal-kapal ikan yang menangkap ikan di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di negara-negara Pasifik membayar harga yang sangat murah pada anggota PNA.
“Saya tak akan meminta maaf karena biaya tinggi yang dihadapi oleh kapal-kapal asing penangkap ikan di wilayah PNA. Selama bertahun-tahun mereka telah mengambil ikan kami dengan harga yang sangat murah,” tambah Aqorau.

Minggu lalu, PNA telah meminta Jepang dan Taiwan untuk berhenti membuat kapal karena akan menyebabkan turunnya populasi ikan tuna di laut pasifik. PNA juga mengumumkan mendukung proposal lebih lanjut dari anggotanya untuk memperketat dan mengawasi pembatasan penangkapan ikan di laut pasifik. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PNA : Klaim Politisi Selandia Baru Tidak Berdasar