Keluarga Korban Penikaman Minta Kedua Anggota DPRD Jayawijaya di PAW

share on:
Keluarga korban dan masyarakat Jayawijaya lainnya ketika mendatangi gedung DPRD Jayawijaya. Jubi/Islami
Keluarga korban dan masyarakat Jayawijaya lainnya ketika mendatangi gedung DPRD Jayawijaya. Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Merasa kesal atas tindakan yang dilakukan kedua oknum anggota DPRD Jayawijaya, EED dan HP yang diduga terlibat dalam penikaman Amos Asso salah satu staf Sekwan DPRD Jayawijaya, puluhan kelurga korban mendatangani gedung DPRD Jayawijaya, Senin (30/3/2015).

Kedatangan keluarga korban beserta beberapa komponen masyarakat Jayawijaya lainnya ke DPRD, menuntut agar kedua anggota dewan tersebut diganti atau dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW), karena dianggap telah mencoreng institusi dewan.

Kami minta agar kedua anggota dewan yang terlibat diganti atau di PAW sesuai ketentuan,” kata salah seorang masyarakat dan juga keluarga korban dalam orasinya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Jayawijaya didampingi sekretaris dewan.

Keluarga korban dan masyarakat lainnya juga menyampaikan beberapa poin aspirasi yang disampaikan kepada pimpinan dewan, seperti meminta kedua anggota dewan untuk memproses atas tindakan yang dianggap tidak terpuji dan mencoreng citra DPRD.

Selain itu diminta juga, selama proses penyembuhan korban atas nama Amos Asso ketiga pelaku diminta untuk tidak dilepas dengan cara atau dalil apapun.

Disisi lain Ketua DPRD Jayawijaya, Taufik Petrus Latuihamallo kepada wartawan usai menerima aspirasi keluarga korban dan masyarakat lainnya menjelaskan, kasus tersebut murni kiminal sehingga prosedural itu diproses melalui pihak kepolisian.

Terkait dengan DPRD etika sebagai anggota dewan karena di media diberitakan anggota DPRD, sehingga citra dan nama DPR terbawa-bawa. Selaku pimpinan saya juga telah menyampaikan kepada Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jayawijaya, untuk segera melakukan penyelidikan terhadap hal ini. Apapun yang diputuskan oleh BK dalam bentuk rekomendasi kepada partai atau yang bersangkutan, kami tunggu semua proses dari badan kehormatan dewan,” ujar Taufik P. Latuihamallo.

Dijelaskan pula, permintaan masyarakat terhadap kedua anggota dewan di PAW tentu pihaknya tidak bisa langsung menjawab karena semua harus melalui proses. Di mana, sebagai anggota dewan kedua punya hak untuk dimintai keterangan oleh BK.

Kapan keputusan BK akan keluar, kami juga belum bisa menentukan, tetapi dalam satu dua minggu ke depan kami minta teman-teman di BK bisa menentukan penyelidikan,” kata Taufik.

Ditambahkan, kedua anggota dewan tersebut hingga kini masih diamankan di Polres Jayawijaya guna menghindari atas tindakan yang tidak diinginkan.

Mereka sementara ini ada di Polres untuk diamankan sehingga tentu juga untuk menjaga kondisi-kondisi yang tidak kita inginkan, maka sebaiknya keduanya tidak boleh dulu melakukan aktivitas di kantor, lebih baik di amankan dulu di Polres. Selain itu, supaya proses yang dilakukan oleh Polres itu tidak terkesan ada intervensi dan sebaginya,” tegasnya. (Islami)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Keluarga Korban Penikaman Minta Kedua Anggota DPRD Jayawijaya di PAW