Tidak Ada Pengisian Wakil Bupati Supiori

share on:

Jayapura, Jubi/Antara – Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, pengisian jabatan Wakil Bupati Supiori, tidak bisa dilakukan karena masa bhakti untuk jabatan lowong kurang dari 18 bulan.

“Jabatan Wakil Bupati Supiori yang kosong karena pejabatnya mengisi kekosongan jabatan setelah Bupati Fredrik Menufandu meninggal dunia, sudah tidak bisa diisi karena sesuai ketentuan, kurang dari 18 bulan, tidak dapat diisi lagi,” ujar Lukas, di Jayapura, Rabu (1/4).

Gubernur Lukas mengatakan yang kini menjabat sebagai Bupati Supiori adalah mantan Wakil Bupati Supiori Yan Imbab, menggantikan Fredrik Menufandu yang meninggal dunia.

Lukas menjelaskan, berdasarkan undang-undang tersebut kepala daerah dan atau wakil kepala daerah berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan maka dilakukan pengisian jabatan dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014.

“Pasal 201 ayat 1 dalam PP tersebut disebutkan bahwa dalam hal terjadi kekosongan gubernur, bupati dan wali kota, maka yang diangkat wakil gubernur, wakil bupati dan wakil wali kota sampai berakhir masa jabatannya,” ujarnya.

Dia menuturkan dengan pelantikan ini, maka kekosongan jabatan Bupati Supiori dapat terisi, dan mulai Rabu (1/4) Yan Imbab secara resmi menjabat Bupati Supiori dan memiliki kewenangan penuh untuk memimpin serta mengkoordinir seluruh penyelenggaraan pemerintahan.

“Selain itu, pelantikan Bupati Supiori kali ini adalah proses pengisian jabatan bupati yang kedua setelah pelantikan Bupati Biak Numfor berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 167 Tahun 2014,” katanya lagi.

Dia menambahkan isi dari Peraturan Presiden Nomor 167 Tahun 2014 di antaranya pelantikan gubernur, bupati dan walikota di daerah tidak perlu melalui sidang paripurna DPR lagi. (*)

Editor :
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tidak Ada Pengisian Wakil Bupati Supiori