Melawan Sakit, Menggapai Cita-Cita

share on:
Selvius Petege, Senin, (30/03/Ernest-Jubi)

Jayapura, Jubi – Tubuh pemuda itu kurus usai didera penyakit. Ia bersandar di dinding rumah kayu dan berlantai kayu pula. Piring plastik berisi makanan kecil menemani ia sore itu. Namun jari jarinya lincah menyetuh tuts-tuts laptop yang berada di pangkuannya.

Ia adalah Selvius Petege. Selvius baru saja diwisuda dari Universitas Sain dan Teknologi Jayapura (USTJ), sabtu 28 Maret 2015 lalu.

Sepanjang masa kuliahnya, ia lalui dengan sakit. ” sakit batuk-batuk,” kata Selvius. Ia pun harus mengkonsumsi obat program selama bertahun-tahun, namun semangatnya tak pernah kendor untuk menyelesaikan kuliahnya.

“Karena sakit dalam yang amat berat, kami orang tua sudah tahan (cegah) anak Selvius ini untuk tidak menyelesaikan studynya di perguruan tinggi. Tapi, dia ini tidak mendengar kami. Ia terus berjuang hingga diwisuda,” kata Benny Petege, wali yang ke Jayapura untuk menghadiri wisuda

Semangat pantang menyerah ia tunjukan dengan menyelesaikan semua tugas dan skripsi meski dalam keadaan sakit keras. “Dia bilang sama kami, saya hendak mati saat menempuh pendidikan karena dipacu oleh cita citanya,” lanjut Benny.

Ketika waktu wisuda tiba, kesehatannya berangsur membaik, “Saya tidak undur dari sakit. Saya lawan kenyataan sakit dengan memperjuangkan cita-cita saya untuk harus dapat menyelesaikan study,” kata Selvius.

Ia menggantungkan cita-cita setinggi langit, hal itu membuat ia tak pernah menyerah meski dalam keadaan sakit parah.

Ia berpesan kepada adik-adiknya, untuk menanamkan cita-cita dengan teguh untuk merebut suatu kesuksesan. “Kita ini sama-sama datang dari kampung dan keluarga petani. Harapan besar orang tua agar kitong harus selesai sekolah dengan baik dan jadi anak yang berguna bagi Papua. Jadi, ya…kita harus belajar tekun sampai selesai study,” katanya.

Baginya mati demi suatu tujuan jauh lebih baik. bermakna daripada mati tanpa tujuan. “Akhirnya, puji Tuhan, saya bisa selesai sekolah. Saya bersyukur dan berterima kasih karena study ini tidak terlepas dari belas kasihan/ bantuan sesama,” tandasnya.  (Ernest-Jubi)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Melawan Sakit, Menggapai Cita-Cita