Fiji Diminta Bantuan Tim Rehabilitasi ke Vanuatu

share on:
Penduduk Port Vila, Vanuatu melihat rumah mereka yang hancur karen topan PAM - UnicefAustralia
Penduduk Port Vila, Vanuatu melihat rumah mereka yang hancur karen topan PAM – UnicefAustralia

Jakarta, Jubi – Misi kemanusiaan Fiji untuk korban Topan Pam di Vanuatu telah berakhir pada Minggu (5/4). Namun, masyarakat dan pemerintah Vanuatu masih mengharapkan bantuan untuk rehabilitasi para korban pasca bencana tersbeut.

Laporan Radio New Zealand mengatakan, pemerintah Fiji telah menerima permintaan resmi dari pemerintah Vanuatu agar misi tim kemanusiaan untuk rehabilitasi korban topan Pam diperpanjang.

FBC News melaporkan, misi militer Fiji dan kontingen medis telah berakhir pada Minggu (5/4). Namun, tim kemanusiaan itu diharapkan kembali ke Fiji hari ini, Senin (6/4).

Kendati demikian, saat ini tim yang diharapkan belum ditentukan sampai kapan mereka akan tinggal.

Korps Engineering Fiji (Fijian Engineering Corps) telah menyelesaikan pembangunan pada beberapa sekolah di Tanna, wilayah di Vanautu yang paling parah terdampak topan Pam. Sementara tim medis melakukan operasi di Tanna setelah diminta oleh Organisasi Managemen Bencana Nasional untuk bekerja di sana.

Pada 13 Maret, Topan Tropis Pam menerjang seluruh kepulauan tersebut, menyapu bersih rumah dan prasarana, menghancurkan jaringan listrik dan meratakan dengan tanah tanaman di negara yang terutama mengandalkan pertanian itu.

Sejumlah donor dan petugas penyelamat bencana mengatakan Badai Tropis Pam menjadi salah satu bencana alam terburuk yang pernah menerjang kawasan Pasifik. Meski demikian, patut disyukuri karena korban jiwa hanya ‘sedikit’.

Dengan kecepatan angin mencapai lebih dari 250 kilometer per jam, badai ini masuk dalam kategori lima yang menyebabkan kerusakan parah menyeluruh di sebelah selatan Vanuatu. Tepatnya di Provinsi Shefa dan Tafea.

Sekitar 75 ribu warga terpaksa tinggal di tenda darurat dan 96 persen dari tanaman pangan rusak.

Tetapi tercatat, ada sebelas orang yang menjadi korban jiwa. Mengapa ‘sedikit’? Sejumlah ahli dan pengamat mengatakan hal ini disebabkan karena kombinasi antara pengetahuan, teknologi komunikasi yang meningkat, serta kesiapan menghadapi bencana alam. (Yuliana Lantipo)

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Fiji Diminta Bantuan Tim Rehabilitasi ke Vanuatu