Sekda : ‘Masak Hanya Listrik Dan Air Harus Dibayar Pemerintah’

share on:

Sekda MeraukesraMerauke, Jubi – Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Daniel Pauta mengatakan, berkaitan dengan keluhan mahasiswa yang tinggal di Asrama Maro-Jayapura tentang tunggakan listrik dan air selama kurang lebih 10 tahun yang belum dibayar, harusnya tidak membebankan kepada pemerintah setempat. Tetapi mestinya para mahasiswa patungan bersama untuk membayar.

Demikian disampaikan Sekda kepada Jubi di Pelabuhan Perikanan Merauke, Selasa (7/4/2015). Dikatakan, para mahasiswa Merauke yang tinggal di Asrama Maro-Jayapura harus bersyukur pemerintah telah membangun asrama untuk ditempati.

“Saya mau tanya apakah kalau listrik dan air tidak dibayar, berarti asrama ditutup? Kan tidak. Mestinya para mahasiswa harus kompak bersama mengumpulkan Rp 10.000 sampai Rp 20.000 untuk membayar listrik maupun air yang ada. Karena tidak mungkin harus ditanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke,” katanya.

Dijelaskan, mahasiswa yang sedang melanjutkan studi di Makassar maupun Manado, mereka mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membayar listrik dan air. Hal itu yang harus dilakukan mahasiswa di Asrama Maro-Jayapura.

Menurut Sekda, Pemerintah bertanggungjawab penuh jika bangunan asrama dimaksud mengalami kerusakan. “Ya, itu kita bisa melakukan perbaikan. Tetapi kalau hanya air dan listrik, harusnya mahasiswa juga mempunyai inisiatif mengumpulkan sedikit demi sedikit untuk membayar,” pintanya.

Ditanya kalau tunggakan listrik dan air itu selama kurang lebih sepuluh tahun, Sekda mengaku tidak tahu. “Jika mereka menyampaikan secara langsung kepada saya, penjelasannya pasti sama saja. Dimana, mahasiswa patungan bersama untuk membayar,” ujarnya.

Ditambahkan, yang tinggal di Asrama Maro juga, tidak hanya mahasiswa Merauke tetapi juga dari kabupaten pemekaran di Selatan Papua. Karena dulu Merauke masih satu dan belum dimekarkan.

Pembina Asrama Maro-Jayapura, Daniel Ndiwaen mengaku, kurang lebih 10 tahun, Pemkab Merauke belum membayar dan atau menyelesaikan pembayaran listrik dan air. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sekda : ‘Masak Hanya Listrik Dan  Air Harus Dibayar Pemerintah’