Papua Butuh Pelabuhan Ekspor Komoditas Perkebunan

share on:

Jayapura, Jubi/Antara – Pemerintah Provinsi Papua membutuhkan satu pelabuhan ekspor di wilayah sendiri untuk memperoleh nilai tambah dari komoditasl perkebunan yang dikirim ke luar negeri.

“Kita harapkan ada pelabuhan ekspor yang dibangun di Papua. Selama ini produk CPO kita dikirim lewat Bitung, Sulawesi Utara dan Surabaya, Jawa Timur,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Jhon Nahumury, di Jayapura, Kamis (9/4/2015).

Bila bisa diwujudkan, ucapnya, hal tersebut akan memberikan pendapatan bagi daerah, dan pihaknya telah bekerja sama dengan instansi terkait guna mengusahakan terbentuknya pelabuhan ekspor di Papua.

“Di situ akan ada nilai tambah bagi PAD. Ini yang kita dorong bersama-sama teman dari Dinas Perhubungan supaya itu bisa terwujud,” kata Nahumury.

Ditambahkannya, apabila pengiriman produk dari Papua dilakukan dari luar daerah, maka tidak hanya dari sisi PAD saja yang akan hilang, tetapi juga pengakuan konsumen atas tempat asal produksi produk yang dibeli.

“Kalau pengirimannya di luar Papua maka nilai tambahnya tidak ke Papua dan konsumen tahunya itu bukan produk Papua, tetapi produk dari daerah pengirim,” katanya.

Mengenai lokasi, Nahumury menyebut ada dua alternatif tempat yang bisa dijadikan pelabuhan ekspor.

“Jika ada pelabuhan ekspor di Papua, baik itu pelabuhan Jayapura ataupun nantinya Pelabuhan Depapre (sedang dibangun) nanti bisa menjadi pelabuhan ekspor agar hasil produksi kita bisa langsung dikirim dari Papua,” katanya.

Dengan adanya pelabuhan ekspor di Papua, permasalahan angkutan barang melalui angkutan laut akan bisa teratasi. Pemilik jasa angkutan selalu mengeluhkan minimnya infrastruktur pengiriman barang dari Papua ke luar daerah.

“Dengan pola tersebut, maka kapal yang ada masuk membawa barang, ke luar juga membawa barang. Itu yang kita inginkan dari kebijakan tersebut,” katanya. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Papua Butuh Pelabuhan Ekspor Komoditas Perkebunan