Wacana Pemekaran Mapia Raya Ditunda 15 Tahun Lagi

share on:
Moses Iyai, Rabu, (08/04/2015). Jubi//Ernest

Jayapura, Jubi—Aktivis mahasiswa STIH Umel mandiri Mozes U. Iyai menyatakan rencana pemekaran Kabupaten Mapia Raya yang sedang diperjuangkan oleh se-kelompok elit politik asal Dogiyai itu ditunda 15 tahun lagi.

Menurutnya wacana yang diusung oleh sekelompok elit politik yang memandang pemekaran sebagai solusi penyelesaian berbagai masalah warga di Dogiyai itu kurang tepat.

“Kami aktivis mahasiswa tidak akan membenarkan dan mendukung wacana pemekaran yang masih terus dibangun oleh para elit politik primodial dan oportunitis itu. Karena pemekaran Mapia Raya memang bukan merupakan aspirasi masyarakat. Juga tidak didukung oleh Undang – Undang No.22/1999 & UU No 129/2011 tentang wacana dan kriteria membukanya suatu pemekaran bagi wilayah tertentu,” katanya Rabu (8/4/2015).  

Selain itu, aspirasi pemekaran dari pemerintah provinsi Papua dan kota induk juga tidak mendukung bagi wacara pemekaran tersebut. “Bahkan semua elemen rakyat bangsa Papua pun tidak menghendaki adanya pertambahan pemekaran Mapa Raya di Mapia secara khusus dan Papua secara umum,” ujar Iyai selaku anggota organisasi Forum Independen Mahasiswa Umel Mandiri itu.

Lanjutnya lagi, pemerintah Dogiyai tidak boleh memproduksi penderitaan warga Dogiyai. “Stop memanfaatkan keterbelakangan dan kemiskinan warga untuk menjadikan sebagai ukuran utama dalam mempergiatkan wacana pemekaran tersebut. Menurut hemat kami, mahasiswa pernyataan dan alasan yang medorong pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam hal ini Bupati Dogiyai bersama kawan–kawan Tim Pemekaran Mapia Raya itu keliru. Karena aspirasi tentang pemekaran Mapia Raya bukan datang dari seluruh Masyarakat Adat Mapia. Aspirasi Pemekaran itu datang dari Masyarakat mana?” katanya.

Menurutnya, hal itu cuma manipulasi isu, memanfaatkan keadaan penderitaan rakyat untuk memperkaya diri dan kelompok elit opolitik primodial dan oportunitas tersebut. “Pemerintahan Kabupaten Dogiyai seharusnya perlu kembali menginstropeksi diri dan mengevaluasi kinerja kerja selama ini berdasarkan Undang – undang Pembentukan, Nama , Batas dan Ibu Kota Daerah. ” tambahnya

Sementara itu, Sekretaris DAP Pusat, Yakop Mesen mengatakan, DAP telah dan akan menolak wacana pemekaran tersebut. “Kami akan menyurat kepada pemerintah Dogiyai untuk membatalkan wacana pemekaran tersebut. Karena itu bukan jalan komprehensif untuk menyelesaikan berbagai masalah daerah. Itu bikin masalah di atas masalah saja serta mengorbangkan rakyat kecil,” katanya. (Ernest)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Wacana Pemekaran Mapia Raya Ditunda 15 Tahun Lagi