Harga Daging Sapi di Bandarlampung Naik

share on:

Bandarlampung, Jubi/Antara – Sejumlah pedagang daging sapi di Kota Bandarlampung memilih tak menaikkan harga meski harga sapi hidup sudah naik berkisar Rp 2.000 per kilogram, menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak pada bulan lalu.

“Harga sapi hidup sudah naik. Sekarang harga dagingnya mencapai Rp 38.300 per kg, padahal sebelumnya hanya Rp 36.500 per kg. Meski demikian, kami tidak menaikkan harga jual daging mengingat daya beli masyarakat,” kata Andre, salah satu pedagang sapi di Pasar Gudang Lelang Bandarlampung, Jumat (10/4/2015).

Ia menyebutkan, keuntungan penjualan daging sapi yang ditekan itu, bertujuan untuk menutupi kenaikan harga daging sapi tersebut.

“Yang penting daging habis terjual, meski keuntungan menjadi tipis,” katanya lagi.

Dia menyebutkan, harga daging sapi kini berkisar Rp 95.000 hingga Rp 100.000 per kg.

Menurut Andre, pasokan daging sapi kini didapatkan dari sapi impor hasil penggemukan.

Dia menyatakan, pedagang umumnya menjual daging sapi impor hasil penggemukan, terutama asal Australia.

Sedangkan penjualan daging sapi lokal terbatas volumenya, karena warga di pasar itu lebih menyukai sapi impor.

Salah satu pedagang daging sapi lokal di Pasar Lelang menyebutkan harga daging jualannya masih tetap sama, yakni Rp1 00.000/kg, dan pasokannya cukup banyak dari rumah potong hewan.

Lampung merupakan sentra utama penggemukan sapi potong di Indonesia.

Sapi impor diternakkan di Lampung dan dagingnya umumnya dipasok untuk pasar lokal dan Jakarta.

Terdapat enam lokasi industri penggemukan sapi potong (feedlotter) di Lampung, belum termasuk usaha penggemukan oleh koperasi dan perorangan terutama di Kabupaten Lampung Tengah.

Enam lokasi itu terdapat di Lampung Tengah tiga perusahaan penggemukan sapi, Lampung Selatan dua, dan Lampung Timur ada satu perusahaan penggemukan sapi. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Harga Daging Sapi di Bandarlampung Naik