Kadis Lingkungan Hidup Kab. Sorong Batal Tinjau Sawah Tercemar Limbah, Petani Kecewa

share on:
Petani Kabupaten Sorong yang mengeluh Lahan Sawah Mereka Dirusak Limbah Perusahaan Kayu. Jubi/Nees Makuba
Petani Kabupaten Sorong yang mengeluh Lahan Sawah Mereka Dirusak Limbah Perusahaan Kayu. Jubi/Nees Makuba

Sorong, Jubi – Petani di SP4 Kabupaten Sorong Papua Barat menyesalkan sikap Dinas Lingkungan Hidup yang membatalkan secara sepihak kunjungan kerja ke lokasi sawah yang tercemar limbah perusahaan kayu hingga mengakibatkan puluhan hektar lahan dan sawah rusak.

Seperti yang diberitakan media di Kota Sorong beberapa hari lalu, Kepala Dinas Lingkungan Kabupaten Sorong, Septer Kawab berjanji akan melihat langsung puluhan hektar sawah yang tercemar limbah perusahaan kayu, dan mengakibatkan petani padi di SP4 gagal panen.

“Kami sudah baca di koran, katanya kepala dinas lingkungan hidup bilang mau turunke lokasi kami pada hari Rabu sampai Kamis ini (9/4/2015). kami menunggu, tapi beliau tidak datang,” kata salah satu petani, Sardi saat ditemui Jubi, Jumat (10/4/2015).

Padahal petani sangat berharap perwakilan pemerintah itu dapat meninjau langsung dan melihat permasalahan mereka, agar petani dapat dibantu mencari solusi dari permasalahan ini. Sebab permasalahan ini membutuhkan keterlibatan pemerintahan dalam penyelesaiannya.

“Dinas Lingkungan hidup yang mengtakan,lingkungan bersih adalah hak dan keajiban kami, tetapi saat kami meminta tolong untuk melihat keadaan kami saat ini, mereka hanya berjanji dan tidak lakukan seperti yang mereka katakana lewat media-media,” ujar Sardi kecewa.

Lanjut Sardi, para petani sudah sepakat jika tidak ada tanggapan dari Dinas Lingkungan Hidup, terkait dengan keluhan mereka, selanjutnya mereka akan segera melaporkan hal tersebut ke DPRD.

“Kita kan hanya mengharapkan Dinas lingkungan hidup, tetapi kalau dinas terkait tidak datang, kita juga patut curiga ada apa?” tanyanya.

Petani juga akan terus meminta pertangung jawaban dari perusahaan kayu atas kelalaian perusahaan yang mengakibatkan limbah tersebut mengalir melewati aliran got hingga masuk ke sawah-sawah petani. Tuntuan tersebut berupa ganti rugi tanaman yang ada dan juga lokasi sawah yang telah dicemari oleh limbah.

Saat perusahaan kayu berdiri, petani tidak menyadari bahwa perusahaan akan membawa dampak buruk bagi mereka. “Kami ini kan hanya masyarakat yang tinggal di sini, bertani di sini kami bukan dinas ingkungan hidup yang tahu penyebab dan dampak yang akan datang. Karena kalaiu Dinas Lingkungan hidup yang sudah tahu akan berdampak seperti ini, tapi mengizinkan perusahaan kayu beroperasi di sini, berarti ini kan suatu pembiayaran” ujarnya.

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sorong, Septer Kawab mengatakan dirinya memang sudah berjanji akan meninjau lokasi pada Rabu dan Kamis ini, tetapi saat ini dirinya berhalangan turun ke lokasi tersebut, karena sedang mengikuti lomba panduan suaru.

“Saya masih ikut lomba paduan suara, tapi kan anak buah saya bisa turun langsung ke lapangan,” katanya disela-sela-sela lomba yang diadakan di kantor Bupati Kabupten Sorong. (Nees Makuba)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kadis Lingkungan Hidup Kab. Sorong Batal Tinjau Sawah Tercemar Limbah, Petani Kecewa