Negara Amerika Latin Kecam Sanksi AS Atas Kuba, Venezuela

share on:
Ilustrasi. Washington telah meng-embargo Kuba disektor perdagangan dan  telah diberlakukan selama setengah abad. Foto: henriquembranco.blogspot.com
Ilustrasi. Washington telah meng-embargo Kuba disektor perdagangan dan telah diberlakukan selama setengah abad. Foto: henriquembranco.blogspot.com

Kota Panama, Jubi/Antara/Xinhua-OANA – Para pemimpin Amerika Latin pada Sabtu (11/4) bersatu dan berbicara pedas dalam mengecam sanksi AS terhadap Kuba dan Venezuela sebagai sisa langkah kuno Era Perang Dingin.

Para kepala negara regional yang menghadiri Pertemuan Puncak Ke-7 Negara Amerika di Kota Panama, bergantian dalam menyeru Washington agar mencabut embargo perdagangan yang diberlakukannya selama setengah abad terhadap Kuba dan mencabut dekrit belum lama ini yang menyatakan Venezuela sebagai “ancaman tak bisa dan luar biasa” bagi keamanan nasional AS. Dekrit itu juga berisi sanksi ekonomi terhadap para pejabat saat ini dan mantan pejabat Venezuela.

Presiden Brazil Dilma Rousseff, pemimpin ekonomi terbesar di wilayah tersebut dan terbesar ke-7 di dunia, berkata, “Hubungan baik belahan dunia tak lagi mengizinkan tindakan sepihak dan kebijakan pengucilan. Semua itu kontraproduktif dan tak efisien. Itu sebabnya mengapa kami menolak sanksi terhadap Venezuela.” Presiden Argentina Cristina Fernandez bahkan lebih blak-blakan, dan menyebut dekrit tersebut “menggelikan”.

“Saya mengakui … ketika saya pertama kali mendengar berita itu saya mengatakan, ‘pasti ada kekeliruan’… Menggelikan bahwa ada negara di benua kita yang dapat menimbulkan ancaman bagi negara paling kuat di dunia,” kata Cristina Fernandez, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi. Ia mengatakan anggaran militer AS membuat kerdil anggaran Venezuela dengan jumlah ratusan miliar dolar AS.

“Memalukan bahwa pertemuan puncak ini diselimuti oleh dekrit tersebut,” tambah wanita presiden itu.

Pemimpin Kuba Raul Castro mengulangi permintaan negaranya agar AS mencabut embargo tersebut, terutama jika Washington mengupayakan normalisasi hubungan. Tapi ia juga memuji Presiden AS Barack Obama karena melakukan tindakan berani dengan menempatkan kembali kebijakan luar negeri AS, yang berusia setengah abad, terhadap negara pulau sosialis itu.

Raul juga mengutuk sanksi tersebut dan dekrit terhadap Venezuela, demikian juga dengan tindakan para pemimpin lain Amerika Serikat termasuk Presiden Bolivia Evo Morales.

“Rekan Obama, sudah tiba waktunya untuk mendengarkan bukan hanya suara pemerintah dan rakyat kami, tapi juga suara rakyat anda sendiri, yang pasti sudah lelah dengan demikian banyak perang,” kata Morales. “Sudah tiba waktunya kita harus hidup berdampingan dalam kedamaian, keharmonisan dan saling menghormati.” Semua negara Amerika Latin menyambut baik pendekatan antara Kuba dan Amerika Serikat, tapi sependapat masih sangat banyak yang harus dilakukan sebelum hubungan diplomatik dengan AS mencerminkan kenyataan baru mengenai wilayah yang lebih independen dan bersatu.

“Saya sepenuhnya percaya bahwa kita berada pada fajar era baru,” kata Maduro. “Mari lah kita hadapi tantangan untuk membina hubungan dengan landasarn saling menghormati dan perdamaian.” (*)

Editor :
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Negara Amerika Latin Kecam Sanksi AS Atas Kuba, Venezuela