Pemerintah Papua dan Papua Barat Akan Bertemu di Rakorbangsus

share on:
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Papua, Muh Musa'ad - Jubi/Alex
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Papua, Muh Musa’ad – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Usai melakukan Musrenbang di masing-masing provinsi, Pemerintah Papua dan Papua Barat akan bertemu dalam Rapat Kordinasi Pembangunan Khusus (Rakorbangsus) yang akan digelar di Jakarta pada 15-16 April 2015.

“Rakorbangsus Papua dan Papua Barat dilakukan agar ada sinergitas antar dua provinsi paling timur Indonesia ini, sekaligus mempertajam apa yang sudah dihasilkan dalam Musrenbang dengan kementerian dan lembaga, sehingga ketika pra Musrenbangnas semua program sudah semakin jelas,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua, Muh Musa’ad, di Jayapura, Papua, Minggu (12/4/2015).

Agar berjalan maksimal, ujar Musa’ad, pihaknya akan meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk bisa memfasilitasi Rakorbangsus Papua dan Papua Barat.

“Jadi dalam Rakorbangsus ini kita tidak hanya meminta saja. Akan tetapi juga mengusulkan. Dimana usulannya akan disampaikan ke Kepala Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Bappenas untuk bisa memfasilitasi Papua dan Papua Barat agar bertemu dengan Kementerian dan Lembaga di Jakarta, sebelum Pra Musrenbangnas bahkan Musrenbangnas,” ucapnya.

Dia mengatakan, tentu yang menjadi perhatian Papua dalam Rakorbangsus nanti adalah beberapa program kegiatan strategis yang juga diusulkan. Terutama penyelesaian jalan jalan strategis yang bisa ada konektifitasnya.

“Karena di Jakarta temanya akan berubah yakni berdasarkan Nawacita. Jadi ada ketahanan pangan, kedaulatan pangan ketahanan energi dan juga ada kaitannya dengan pemukiman, sehingga pasti kita akan mengarah kesana. Yang jelas Musrembangnas nanti tidak akan membahas per bidang seperti sebelumnya,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Papua juga akan mendorong bagaimana Merauke bisa menjadi lumbung pangan Papua, mendorong Biak untuk pengembangan perikanan, Mamta untuk tanaman kakao. Kemudian kawasan Lapago ada komoditas kopi dan buah merah serta Meepago ada kopi dan juga tambangnya.

“Hal lain juga menjadi usulan yang didiskusikan dengan kabupaten. Sebab semua yang kita buat ini harus didorong juga dengan SDM. SDM juga kita usulkan, agar bagaimana daya saing SDM untuk pengembangan kualitas, baik yang formal dan non formal,” kata Musa’ad.

Sebelumnya. Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan Musrenbang menjadi satu tahapan yang sangat penting yang harus dilakukan secara bersama-sama seluruh stakeholders pembangunan untuk mengevaluasi dan mendesain formula yang tepat dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Hal itu dilakukan agar tercipta suatu koordinasi yang mengarah pada sinergitas yang kuat antara pemerintah Pusat, provinsi dan kabupaten/kota, khususnya isu-isu strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup rakyat Papua. “Tahun ini merupakan tahun sinergitas menuju penguatan kemandirian daerah,” kata Lukas Enembe. (Alexander Loen)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemerintah Papua dan Papua Barat Akan Bertemu di Rakorbangsus