Jika Harga Beras Naik, Bulog Akui Tak Bisa Serap Beras Petani

share on:

Jayapura, Jubi – Arif Mandu, Kepala Bulog Divisi Regional Papua dan Papua Barat menegaskan meski pihaknya berkomitmen akan menyerap hasil panen petani di Provinsi Papua dan Papua Barat akan terkendala jika harga beras diatas HPP.
“Apalagi pas saat panen harga diatas HPP (Harga pembelian pemerintah. red) kalau diatas itu, kita cuma akan bisa jadi penonton, tidak bisa membeli beras petani tersebut, dengan adanya Inpres  nomor 5 tahun 2015 maka harga pembelian Bulog sudah ditetapkan, dimana harga pembelian bulog ke petani naik dari Rp 6.600 menjadi Rp 7300 per kg,” kata Mandu.
“Itulah titik lemah kami, yang mengakibatkan masih ada kekuranag beras, kita berharap pada saat panen harganya bisa stabil, sebab kalau harga Rp 8000 kita tidak bisa beli, dan mudah mudahan serapan bisa maksimal sehingga secara bertahap kebutuhan Jayapura bisa kita penuhi,”lanjutnya.
Meski diakui Mandu, Bulog Papua menargetkan penyerapan beras petani Papua mencapai Rp 30 ribu ton akan tetapi pihaknya tidak menutup akan menyerap lebih banyak lagi untuk memenuhi kebutuhan PNS/Polri dan Raskin.
“Hal itu dilakukan sepanjang berdasar pembelian HPP dipenuhi,” ujarnya singkat.
Terkait upaya pemerintah untuk menetapkan daerah Merauke menjadi lumbung Padi Papua, dikatakan Mandu akan lebih sukses jika ada penambahan lahan persawahan dan dibarengi seperti aliran irigasi dan distribusi pupuk yang lancar.
Senada dengan Wapres Jusuf Kalla. Yang meminta Bulog akan membeli semua beras hasil panen petani dengan kesesuaian harga yang telah menjadi patokan pemerintah. “Semuanya harus dibeli Bulogdan Bulog harus mengumumkan secara besar-besaran harga mana yang dibeli dan di seluruh Indonesia beroperasi sama,” ujarnya yang dikutip dari Kompas.com (Sindung Sukoco)

Tags:
Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jika Harga Beras Naik, Bulog Akui Tak Bisa Serap Beras Petani