Kotawaringin Timur Kekurangan Penyuluh Pertanian

share on:

Sampit, Jubi/Antara – Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, masih kekurangan banyak penyuluh pertanian yang diharapkan membantu petani meningkatkan produksi pertanian.

“Di Kecamatan Kotabesi ini terdapat 46 kelompok tani yang tersebar di sembilan desa dan dua kelurahan. Tetapi, jumlah penyuluh pertaniannya saat ini hanya lima orang. Kami berharap bisa ditambah agar pendampingan kepada petani bisa maksimal,” kata Camat Kotabesi, Darini di Sampit, Kamis (16/4/2015).

Kecamatan Kotabesi adalah salah satu kecamatan yang memprioritaskan sektor pertanian. Sekitar 86 persen penduduk kecamatan tersebut mengandalkan mata pencaharian sebagai petani.

Luas satu desa di Kotim jauh berkali-kali lipat dibanding desa di Pulau Jawa karena wilayah Kotim yang cukup luas. Dampaknya, penyuluh pertanian yang ada harus bekerja keras untuk mendatangi para kelompok tani dari satu tempat ke tempat lain.

“Masyarakat mengharapkan program pertanian karena peluangnya masih cukup bagus. Petani di sini bahkan ada yang berprestasi hingga di tingkat nasional,” kata Darini.

Kurangnya jumlah penyuluh pertanian atau mantri tani kabarnya juga terjadi di hampir semua kecamatan di Kotim. Terlebih di kawasan selatan yang merupakan lumbung padi Kotim, petani setempat sangat membutuhkan pendampingan dari penyuluh untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

Petani berharap jalan-jalan ke areal pertanian ditingkatkan untuk memudahkan mobilisasi kebutuhan tanam dan hasil panen. Infrastruktur sangat penting agar petani dengan mudah memasarkan hasil panen mereka.

Petani juga berharap pemerintah daerah segera menyelesaikan pembangunan pasar grosir pertanian yang saat ini sedang dikerjakan. Pasar tersebut diharapkan memudahkan petani menjual hasil bumi yang mereka panen dari lahan pertanian mereka.

Saat ini luas tanam padi sawah di Kotabesi sekitar 298 hektare, padi gogo 1.406 hektare, jeruk 37 hektare dan sayuran 29 hektare. Kotabesi juga berambisi membangun sebuah kawasan agrowisata karena lahan potensial untuk pertanian di kecamatan itu masih cukup luas. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kotawaringin Timur Kekurangan Penyuluh Pertanian